17 Desa dan Kelurahan di Purbalingga Diminta Batasi Kegiatan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Sebanyak 17 desa dan kelurahan di Kabupaten Purbalingga diminta untuk membatasi kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa. Seperti pengajian, hajatan serta perlombaan-perlombaan.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, menyampaikan, 17 desa tersebut terdapat kasus positif Covid-19 dan terus terjadi penambahan kasus positif dalam sepekan terakhir, sehingga diminta untuk membatasi kegiatan.

“Untuk desa-desa yang terdapat kasus positif Covid-19, saya minta untuk membatasi kegiatan kemasyarakatan, terutama untuk 17 desa yang belakangan terjadi lonjakan kasus positif Covid-19,” kata Bupati Purbalingga, Rabu (2/9/2020).

Bupati yang biasa disapa Tiwi ini mengaku perlu untuk memberikan peringatan, sebab aktivitas di Purbalingga sekarang ini mulai meningkat, seiring dibukanya tempat pariwisata serta diperbolehkannya hajatan. Sehingga, sebagian masyarakat menganggap situasi sudah normal dan mulai banyak menggelar kegiatan yang mengundang massa.

Desa-desa yang diminta bupati melakukan pembatasan kegiatan kemasyarakatan yaitu Desa Karangmalang Kecamatan Bobotsari, Desa Galuh Kecamatan Bojongsari, Desa Kembangan dan Kutawis Kecamatan Bukateja, Desa Karangreja dan Kutabawa Kecamatan Karangreja.

Kemudian Desa Kejobong dan Lamuk Kecamatan Kejobong, Desa Gambarsari Kecamatan Kemangkon, Desa Adiarsa Kecamatan Kertanegara, Desa Karangjengkol Kecamatan Kutasari, Desa Dawuhan Kecamatan Padamara dan Desa Larangan Kecamatan Pengadegan.

Sedangkan untuk wilayah kota, yang harus melakukan pembatasan kegiatan masyarakat adalah Kelurahan Bancar, Kedungmenjangan, Penambongan dan Kembaran Kulon.

Lebih lanjut Tiwi mengatakan, pembatasan kegiatan kemasyarakatan ini dilakukan agar kasus covid-19 tidak menyebar semakin luas. Terkait adanya pembatasan kegiatan tersebut, satgas penanganan Covid-19 di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten diminta saling berkoordinasi untuk memastikan desa-desa tersebut benar-benar menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat.

“Saya minta untuk sementara waktu desa-desa tersebut melakukan pembatasan kegiatan masyarakat sampai hasil tracing selesai atau sampai desa tersebut kembali menjadi zona hijau,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga, drg. Hanung Wikantono mengatakan, dalam satu hari kemarin ada penambahan hingga 7 kasus positif Covid-19 di Purbalingga. Selain itu penyebaran kasus positif juga semakin meluas.

Di Kecamatan Karangreja misalnya, terdapat 7 kasus positif Covid-19, kemudian di Bukateja ada 6 kasus, Padamara 5 kasus dan yang terbanyak di Kecamatan Purbalingga ada 27 kasus positif.

“Total kasus positif Covid-19 sampai hari ini ada 100 orang dan yang masih menjalani perawatan ada 24 orang. Kita berharap masyarakat untuk terus tertib menerapkan protokol kesehatan karena kasus positif Covid-19 ini masih terus terjadi penambahan,” pungkasnya.

Lihat juga...