2,1 Juta Pekerja Terkena PHK Sudah Terdata

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan, bahwa hingga Juli 2020, jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akibat pandemi Covid-19 mencapai 2.146.667. Jumlah tersebut sudah terdata di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan BP Jamsostek, by name by address.

“Yang terdata ini adalah pekerja baik di sektor formal maupun informal. Kemudian dari data yang kami punya juga, ada 34.179 pekerja migran Indonesia yang juga terdampak,” ujar Airlangga saat memberikan sambutan di acara Rapat Koordinasi (Rakor) Kadin Indonesia, Kamis (10/9/2020) secara virtual.

Sementara itu, ditinjau dari sebaran per wilayah, maka tiga wilayah dengan jumlah tenaga kerja yang mengalami PHK terbanyak adalah Jawa Barat 342.772 pekerja, DKI Jakarta 320.114 pekerja, dan Jawa Tengah 263.980 pekerja.

“Fakta ini sejalan dengan meningkatnya angka kemiskinan di Indonesia per akhir Juli 2020, yang menyentuh 9,78 persen dari total penduduk,” tandas Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menegaskan, agar tetap menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional, pemerintah telah memutuskan untuk meneruskan program pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021 mendatang. Pemerintah pun telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp356,5 triliun.

“Jadi enam klaster pemulihan ekonomi yang sudah kita jalankan tahun ini, tetap kita lanjutkan. Klaster kesehatan pagunya sebesar Rp25,4 triliun, UMKM Rp48,8 triliun, Perlindungan Sosial Rp110,2 triliun, Pembiayaan Korporasi Rp14,9 triliun, Insentif Usaha Rp20,4 triliun, dan Sektoral KL/Pemda Rp136,7 triliun,” papar Airlangga.

Dalam Rakornas Kadin juga, Airlangga menyampaikan, bahwa program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk mendukung UMKM per 4 September 2020 telah teralisasi sebesar Rp13,4 triliun untuk 5,5 juta UMKM.

Adapun program Subsidi Gaji hingga 7 September 2020 telah tersalurkan sebesar Rp3,61 triliun untuk penerima gelombang pertama sebanyak 2,5 juta dan gelombang kedua sebanyak 3 juta.

“Bagi pekerja yang terkena PHK kami imbau untuk memanfaatkan program kartu prakerja. Ini total manfaat yang bisa diterima oleh masing-masing peserta sebesar Rp.3.550.000, yang terbagi ke dalam biaya pelatihan Rp1.000.000, Insentif Pelatihan Rp2,4 juta, dan Insentif Survei Kebekerjaan Rp150.000,” tukas Airlangga.

Hingga 31 Agustus 2020, tercatat sudah lebih dari 15,3 juta orang yang mendaftar di program Kartu Prakerja, 2,2 di antaranya sudah lolos dan terdaftar sebagai penerima manfaat. Adapun target yang ditetapkan pemerintah untuk program ini adalah 5,6 juta peserta.

Lihat juga...