23 Prabinsa Kodim 1603/Sikka, Positif Covid-19

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Sebanyak 27 personel tamtama remaja Prajurit Pembina Desa (Prabinsa) Kodim 1603/Sikka, Nusa Tenggara Timur yang menjalani tes swab, Senin (14/9/2020), 23 orang di antaranya dipastikan positif Covid-19. Hasil ini berdasarkan pemeriksaan sampel swab yang dilakukan di Laboratorium Biologi Molekular RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, sehingga hanya 4 orang yang statusnya negatif Covid-19.

“Dari 30 sampel yang kita kirim, laporan pertama 3 positif, ke dua 8 dan ke tiga hari ini ada 12 positif, “ kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, Kamis (24/9/2020).

Petrus mengatakan, dari 30 sampel tersebut, 3 pelaku perjalanan dan 27 anggota TNI dan berdasarkan hasil pemeriksaan sampel sudah dipastikan 23 anggota TNI positif Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan di Kota Maumere, Kamis (24/9/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Ia menambahkan, sebanyak 23 anggota TNI ini saat ini sedang dipersiapkan untuk menjalani karantina terpusat di Gedung Sikka Convention Center (SCC) di Kota Maumere, dan sedang dijemput.

“Yang sudah dikarantina 11 orang, dan sedang dalam penjemputan 12 orang sehingga nantinya 23 anggota TNI ini akan menjalani karantina terpusat di gedung SCC Maumere,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka ini menjelaskan, gugus tugas Covid-19 sedang melakukan tracing warga yang kontak erat dengan 23 anggota TNI AD. Tim sedang turun ke beberapa kecamatan untuk mengecek dan mendata.

Petrus menyebutkan, kontak erat hingga saat ini sudah mendekati angka 300 orang, dan pihaknya terus melakukan penelusuran, sehingga bagi masyarakat yang pernah kontak erat dengan 23 anggota TNI AD yang positif Covid-19, diharapkan melapor ke Posko Covid-19

“Nanti kami akan lakukan rapat evaluasi untuk menentukan apakah akan dilakukan rapid test atau swab terhadap warga yang kontak erat. Untuk sementara, kompleks Kodim 1603 Sikka ditutup sementara sampai 14 hari ke depan,” jelasnya.

Petrus menjelaskan, pihaknya masih melihat perkembangan selama 14 hari ke depan. Bila 23 anggota TNI AD yang positif ini menunjukkan gejala, maka warga yang kontak erat akan dilakukan swab.

Ia tegaskan, Bupati Sikka dan jajarannya masuk ring ke dua, karena kontak erat, tetapi tidak kontak fisik. Sementara, Dandim 1603 Sikka dan jajarannya yang kontak erat dikategorikan ring satu.

“Sebanyak 23 orang yang positif ini masuk kategori Orang Tanpa Gejala. Jadi, kita lihat perkembangan selama 14 hari ke depan. Bila menunjukkan gejala, maka yang kontak erat dengan mereka akan dilakukan swab,” sebutnya.

Petrus mengatakan lagi,ada seorang anggota TNI AD yang sempat mengalami batuk dan flu, dan sempat diisolasi di ruang isolasi di Kantor Dinas Kesehatan, namun sudah dipulangkan dan hasil swabnya negatif.

Sementara itu, dr. Asep Purnama, dokter spesialis penyakit dalam RS TC Hillers Maumere yang menangani pasien Covid-19, berharap agar warga yang merasa kontak erat dengan pasien positif Covid-19 segera melaporkan diri.

Dengan begitu, kata Asep, Gugus Tugas Covid-19 bisa segera melakukan pengecekan kesehatan dan melakukan pengawasan agar bisa mencegah terjadinya transmisi lokal.

“Ada baiknya yang pernah kontak erat dengan pasien positif Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas Covid-19, atau ke aparat pemerintah di desa, kelurahan atau kecamatan, agar bisa dilakukan pengecekan dan pengawasan,” pungkasnya.

Lihat juga...