24 SPBU di Kota Malang Siap Berlakukan Transaksi Nontunai

Editor: Makmun Hidayat

MALANG — Sales Area Manager (SAM) retail Pertamina area Malang, Gustiar Widodo, mengatakan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kota Malang saat ini telah siap untuk memberlakukan transaksi nontunai atau cashless payment. 

Dijelaskan Gustiar, dengan diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru, Pertamina turut menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19, salah satunya dengan melakukan uji coba pemberlakuan transaksi nontunai.

“Kami sudah menjalankan program uji coba transaksi nontunai di SPBU sejak 1 Juli kemarin dan saat ini sudah masuk ke fase ke tiga. Artinya seluruh SPBU di kota Malang dan Malang raya pada umumnya kita minta untuk menyiapkan jalur khusus nontunai,” terangnya usai membagikan masker kepada masyarakat di SPBU Ciliwung, Selasa (1/9/2020).

Jadi di fase ke tiga ini ada 3 jalur atau ada tiga sisi dispenser yang dipakai untuk nontunai.

Disebutkan Gustiar, hingga saat ini sudah ada 24 SPBU di kota Malang yang seluruhnya telah memberlakukan transaksi nontunai, sehingga masyarakat yang ingin bertransaksi secara cashless sudah bisa dilakukan di seluruh SPBU di kota Malang.

“Kami harapkan program ini bisa menjadi edukasi bagi masyarakat untuk mulai menggunakan transaksi nontunai di SPBU sebagai upaya mencegah penularan covid-19 melalui uang. Saat ini kami juga ada program cashback 30 persen mulai 1-30 September untuk penggunaan My Pertamina,” terangnya.

Lebih lanjut, disampaikan Gustiar, sebagai bentuk dukungan terhadap program wali kota terkait penerbitan Peraturan Walikota Nomor 30 Tahun 2020 tentang penggunaan masker di wilayah kota Malang, Pertamina area Malang turut membantu menyediakan masker bagi masyarakat. Sebanyak dua ribu masker siap dibagikan kapada masyarakat.

“Program pembagian masker ini diberlakukan di 10 SPBU di kota Malang. Jadi masker ini dibagikan kepada seluruh konsumen yang bertransaksi dengan My  Pertamina dengan jumlah transaksi 100 ribu untuk mobil dan 30 ribu untuk motor,” terangnya.

Sementara itu Wali Kota Malang, Sutiaji, mengapresiasi upaya Pertamina yang turut serta dalam membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Berkaitan dengan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19, kami pemerintah tidak bisa berdiri sendiri, maka salah satu dari usaha kita yakni dengan merangkul semuanya termasuk Pertamina,” ucapnya.

Menurutnya, dalam masa pandemi seperti sekarang ini, penggunaan masker mampu mengurangi 50-60 persen penularan sehingga pemerintah memberikan apresiasi kepada Pertamina yang terus menerus melakukan sosialisasi.

“Nanti yang transaksinya nontunai akan dapat bonus masker. Jadi konsumen diusahakan memakai transaksi non tunai karena diharapkan non tunai itu bisa untuk memutus mata rantai Covid-19 melalui transmisi uang,” ucapnya.

Kalau bisa, lanjutnya, ini nanti di setiap SPBU juga ditambahkan speaker sebagai media woro-woro untuk menyosialisasikan penggunaan masker, physical distancing, cuci tangan kepada masyarakat.

Lihat juga...