43 Ormas di Bekasi Siap Dukung KAMI Selamatkan Indonesia

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Bekasi Raya, berjalan lancar, meski dalam pengawalan ketat aparat gabungan POLRI TNI di Bekasi Selatan, Sabtu (12/9/2020). 

Deklarasi tersebut sempat mendapat protes, oleh pengelola Ruko di Galaxy dan RT di lingkungan sekitar. Tapi, setelah dimediasi dan rekonsiliasi bisa terlaksana dengan singkat, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Deklarasi digelar di salah satu Ruko di Jalan Rose Garden 3, komplek Galaxy, meski singkat.

Ada 43 perwakilan Gabungan Ormas hadir, untuk mendukung maklumat KAMI Pusat. Aliansi tersebut menamakan diri Bekasi bersama KAMI koalisi aksi menyelamatkan Indonesia. Mereka bersiap menyuarakan aspirasi masyarakat Bekasi Raya.

Pantauan di lokasi, deklarasi tersebut dihadiri sejumlah tokoh ormas, dan satu tokoh nasional terlihat hadir, yakni mantan juru bicara (jubir) Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie Massardi, yang menyaksikan deklarasi aliansi 43 Ormas Bekasi Raya tersebut.

Nuraini Kataatmaja, Ketua Panitia Deklarasi KAMI Bekasi Raya, saat memberi keterangan pada awak media di Ruko Galaxy, Sabtu (12/9/2020). –Foto: M Amin

“43 Ormas Bekasi Raya siap mendukung maklumat KAMI Pusat. KAMI Bekasi Raya akan bergerak bersama menyampaikan aspirasi warga, terkait permasalah yang ada di daerah ini,” kata Nuraini Kataatmaja, Ketua Panitia Deklarasi KAMI Bekasi Raya.

Dikatakan, KAMI Bekasi Raya berkomitmen menyelamatkan Indonesia sesuai mandat KAMI Pusat, terutama terkait tatakelola di pemerintah, baik daerah ataupun pusat.

Aini sebagai panitia pelaksana dalam kesempatan tersebut juga mengakui, perjalanan pelaksanaan deklarasi yang dilaksanakan cukup panjang. Hambatan dan penolakan sama seperti di daerah lainnya, ia mencontohkan tidak jauh berbeda seperti di Bandung.

“Awalnya, deklarasi direncanakan digelar di Pasar Segar jalan raya Narogong. Tapi karena banyak hal, akhirnya dibatalkan dipilih di ruko komplek Galaxy. Alhamdulillah, bisa berjalan lancar meski ada sedikit gejolak penolakan,” tandas Aini.

Dia juga mengucapkan banyak terima kasih atas pengawalan ketat aparat kepolisian, yang terus berkoordinasi dari awal sampai akhir, hingga pelaksanaan deklarasi bisa berjalan sukses.

Sebelumnya sempat terjadi penolakan. Ketua RT setempat meminta acara tersebut tidak dilaksanakan, dengan alasan Covid-19. Bahkan, pihak keamanan lingkungan juga menyatakan tidak mengizinkan.

Hingga akhirnya terjadi dialog, karena larangan di tempat tersebut tidak beralasan, saat malam banyak tempat hiburan di sekitar lokasi orang berkumpul ramai, tapi diperbolehkan. Sampai akhirnya ditengahi langsung oleh Kapolsek Bekasi Selatan Kompol. Imam Safi’i.

“Kami dari kepolisian hanya menangahi sesuai laporan warga yang menolak adanya perkumpulan di kompleksnya, dengan alasan khawatir wabah Covid-19,” ujar Kapolsek Bekasi Selatan Kompol. Imam, saat menengahi.

Dia menegaskan, kepentingan Polsek Bekasi Selatan hanya masyarakat. Dan, Polisi hanya mengimbau, bukan melarang kegiatan deklarasi, hanya mohon ditunda sementara sampai kondisi kembali normal.

Dia juga mengatakan, terkait berkumpul di tengah keramaian di tempat hiburan malam. Mereka ada izinnya dari pemerintah Kota Bekasi, yakni adaptasi kebiasaan baru dengan protokol kesehatan. Hal tersebut di luar kewenangan Polisi. Dia kembali menegaskan, bahwa Polisi memberi imbauan dari sisi Kamtibmas.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan KAMI Bekasi Raya, menegaskan bahwa mereka telah melalui pemberitahuan, baik di Polsek atau pun Kecamatan dan kelurahan. Sifatnya pemberitahuan agenda deklarasi yang dilakukan alinasi 43 ormas yang dilaksanakan di kompleks Galaxy tersebut.

Lihat juga...