Agenda Penyemprotan Disinfeksi Fasum di Banda Aceh Dilanjutkan

Tim BPBD Banda Aceh bersiap menyemprotkan cairan disinfektan ke Pasar Aceh, Banda Aceh, Kamis (27/8/2020) – foto Ant

BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh, melanjutkan program penyemprotan cairan disinfektan ke fasilitas umum (Fasum).

Program yang diyakini dapat membantu memutus mata rantai penyebaran COVID-19 tersebut kali ini menyasar 10 pasar tradisional maupun modern, yang terdapat di wilayah setempat. “Penyemprotan kami lakukan selama lima hari sejak malam Jumat (Kamis, 27/8/2020). Kami awali disinfeksi di kawasan Pasar Aceh dan di Pasar Gemilang Kampung Baru,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Banda Aceh, Rizal Abdillah, Kamis (3/9/2020).

10 pasar tradisional maupun modern yang disasar tersebut adalah, Pasar Aceh, Pasar Kartini, Pasar Peunayong, Pasar Gemilang Kampung Baru, Pasar Setui, Pasar Peuniti, Pasar Lamnyong, Pasar Ulee Kareng, Pasar Al-Mahirah Lamdingin, dan Pasar Neusu Jaya.

Untuk menyemprot pasar yang merupakan salah satu pusat keramaian warga, BPBD Banda Aceh mengerahkan dua regu. Setiap tim beranggotakan sekira 20 personel. Hal itu diharapkan membantu mempercepat kegiatan disinfeksi.

Sebelumnya, BPBD Kota Banda Aceh telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh tempat ibadah, gedung perkantoran pelayanan publik, dan fasilitas umum lainnya. “Kami harapkan kepada masyarakat dan warga kota supaya mendukung Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mencegah penyebaran COVID-19 ini,” tandasnya.

Rizal menyebut, setiap warga kota Banda Aceh diharapkan mematuhi protokol kesehatan, dengan melaksanakan 4M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. “Hal tersebut sesuai dengan Perwal (Peraturan Wali Kota) Nomor 46 perubahan dari Perwal 45 Tahun 2020 tentang Pendisiplinan Protokol Kesehatan yang sudah resmi berlaku di Kota Banda Aceh,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah daerah sudah menerapkan sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan. “Akan dikenakan sanksi bagi siapa saja yang melanggar aturan protokol kesehatan 4 M tersebut, seperti melakukan kerja sosial, dan membayar denda,” pungkas Rizal. (Ant)

Lihat juga...