Alur Kali Cakung Terputus, Pemerintah Diminta Cari Solusi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Komunitas Peduli Kali (KPK) Kota Bekasi, Jawa Barat, menyoroti putusnya alur Kali Cakung di sekitar wilayah Jatisampurna, tepatnya di RW 03 kelurahan setempat.

Hal tersebut sesuai temuan KPK di lapangan terkait rencana aksi bersih-bersih di sepanjang jalur Kali Cakung mulai dari wilayah Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna.

“Kami, sudah melaporkan temuan ke RW, kelurahan dan Kecamatan setempat, Kami bersama warga, Tim Katak LH dan BMSDA (Pematusan), sudah sepakat akan memulai melakukan bersih kali hari Minggu ini,” ungkap Maman Warman, Sekretaris KPK Kota Bekasi kepada Cendana News, Jumat (4/9/2020).

Maman Warman, Sekretaris KPK Kota Bekasi saat dijumpai Cendana News, Jumat (4/9/2020). Foto: Muhammad Amin

Dikatakan lokasi terputusnya alur Kali Cakung persisnya tidak jauh dari lokasi pemakaman keramat Selamiring, jalurnya tertutup oleh bangunan. Hal tersebut menjadikan hamparan air meluap di sekitar lokasi bahkan kerap masuk ke lokasi pemukiman warga sekitar jika terjadi hujan dan lainnya.

Menurutnya, atas kondisi tersebut harus dicarikan solusi agar aliran kali Cakung, tetap terjaga caranya dengan membuat saluran baru untuk menyambung kembali saluran kali Cakung tersebut.

“Kalau tidak, bangunan yang ada harus dirobohkan. Karena tidak mungkin orang jual kali. Kami sudah koordinasi dengan DBMSDA dan LH, mereka telah melakukan survei ke lokasi, tapi apa hasil survei tentu harus duduk bersama dengan pihak pengembang,” ungkap Kang Maman.

Diketahui bahwa Kali Cakung adalah sungai yang mengalir di Kota Bekasi, sampai bagian timur DKI Jakarta. Bagian hilirnya ditampung di wilayah Banjir Kali Timur yang meneruskan hingga bermuara di kawasan Marunda Cilincing. Sungai ini kerap menyebabkan banjir di Kota Bekasi.

Ketua RW 03 Kelurahan Jatisampurna, Suwarso, dikonfirmasi terpisah terkait adanya bangunan yang memutus saluran kali Cakung, mengatakan belum mengetahui secara pasti. Namun demikian jelasnya sudah mencoba komunikasi dengan pihak pengembang tapi belum ada respon.

“Saya sudah dua kali, mencoba bersurat untuk bisa komunikasi dengan pihak pengembang terkait hal tersebut. Tapi belum ada jawaban. Nanti saja, setelah ada komunikasi bisa saya beri penjelasan lebih detail,” ungkapnya.

Sementara Kepala UPTD Wasdal Jatisampurna, Komar dikonfirmasi mengakui bahwa timnya sudah melakukan survei ke lokasi. Namun demikian diakuinya belum ada laporan yang masuk ke dirinya hasil survei di lapangan.

“Tim sudah surveimelibatkan DBMSDA, Lurah, dan pengurus RW setempat. Tapi belum ada laporan hasilnya, nanti Senin dilakukan pendalaman lagi terkait adanya informasi pemutusan kali Cakung oleh bangunan yang dilakukan pengembang,” tukasnya.

Lihat juga...