Atasi Tunggakan, KUD Suluh Sejahtera Mandiri Berlakukan ‘Reschedule’ Pembayaran

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Banyaknya anggota Modal Kita yang menunggak pembayaran angsuran pinjaman akibat kondisi pandemi covid-19, membuat Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Kedungkandang mengeluarkan kebijakan penjadwalan ulang (reschedule) pembayaran angsuran kepada para anggota Modal Kita.

Kepala Unit Modal Kita KUD Suluh Sejahtera Mandiri, Sufi Chusnianingsih, mengatakan, hampir semua RW setiap kelompok pasti ada yang menunggak, apalagi yang sudah mengajukan pinjaman yang kedua atau ketiga. Namun demikian, pihak koperasi bersama para pengurus kelompok tidak ingin gegabah dan lebih memilih mencari jalan secara kekeluargaan.

“Jadi kita bicara pelan-pelan ke anggota permasalahannya seperti apa. Kita posisikan diri kita seperti mereka. Kemudian kita pikirkan solusinya bareng-bareng, supaya nanti pembayaran angsurannya bisa berjalan lagi,” ucapnya, Kamis (10/9/2020).

Lebih lanjut disampaikan Sufi, per awal bulan September kemarin, dari pihak koperasi Suluh Sejahtera Mandiri juga telah membuat kebijakan reschedule pembayaran angsuran selama satu tahun ke depan untuk meringankan anggota.

“Jadi misal sisa pinjamannya 1 juta, kita buat jangka waktu pembayaran angsurannya selama satu tahun lagi. Tujuannya supaya angsuran per bulannya tidak banyak dan lebih sedikit jumlahnya, sehingga lebih ringan untuk anggota, bisa disiplin mengangsur kembali,” jelasnya. Sedangkan untuk bunganya tetap juga harus dibayar seperti pinjaman baru lagi, imbuhnya.

Menurutnya kebijakan reschedule tersebut sebenarnya merupakan usulan dari Yayasan Damandiri, yang kemudian KUD Suluh Sejahtera Mandiri coba terapkan untuk menyelesaikan permasalahan tunggakan anggota Modal Kita.

“Semoga dengan kendala-kendala yang dialami oleh anggota selama pandemi mereka bisa tetap membayar. Meskipun jangka waktu pembayaran lebih lama tetapi jumlah angsurannya kan lebih ringan,” harapnya.

Tapi misalnya anggota tidak setuju dan tetap tidak mampu menjalankan reschedule, pihak koperasi akan mencari alternatif penyelesaian yang lain.

“Misalnya seperti di RW 1 itu mereka membayar angsuran semampunya seminggu berapa. Karena kondisi pandemi mereka benar-benar tidak bisa bekerja sehingga tidak ada pemasukan. Jadi mau kita paksa atau reschedule pun, kalau tidak ada uangnya, mereka juga tetap tidak bisa bayar. Tapi selama ada iktikad baik dari mereka untuk membayar maka akan kita carikan solusi-solusi lain,” pungkasnya.

Lihat juga...