AWAS Minta Bupati Sikka Copot Kabag Komunikasi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam pernyataan sikap dan dialog meminta agar Bupati Sikka mencopot atau mengganti Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Sikka.

AWAS menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Sikka, Very Awales dimana keberadaannya sebagai representasi Pemerintah Kabupaten Sikka melukai kemitraan pers dan pemerintah.

“Dalam kasus Ubi Ondo, sangat tidak elok dan tidak etis saat seorang Very Awales berlagak sebagai seorang jurnalis menulis klarifikasi kepada media yang tidak pernah menulis berita Ubi Ondo ini,” sebut Ketua AWAS, Kabupaten Sikka, NTT, Ruben Riantoby, Senin (14/9/2020).

Ruben katakan, bagi media yang menulis kasus Ubi Ondo sejak awal tentu sangat kecewa apalagi klarifikasi pemerintah tidak berdasar karena beberapa poin klarifikasi pemerintah tidak mengacu pada substansi pemberitaan media yang menulis kasus Ubi Ondo.

Ia tambahkan, saat rekan media di Sikka memberitakan warga makan ubi Ondo karena alami krisis pangan Very memberikan klarifikasi bahwa warga tidak mengalami kelaparan dan mengirimkan ke media online di luar Sikka.

“AWAS menilai sikap Very Awales tidak lebih dari seorang juru bantah ketimbang seorang juru bicara,” tegasnya.

Ruben tegaskan seharusnya Very mengundang wartawan di Sikka yang memberitakan dan memberikan klarifikasi bila pemerintah menganggap berita tidak benar menurut versi pemerintah.

Langkah yang diambil ini kata dia seolah-olah ingin mengadu domba wartawan di Sikka dengan wartawan di luar Sikka yang selalu dipakai memuat klarifikasi pemerintah.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dalam dialog bersama awak media disaksikan pimpinan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) mengatakan berterima kasih atas informasi yang disampaikan AWAS.

Robi sapaannya juga berjanji akan menindaklanjuti apa yang disampaikan AWAS dan dirinya pun dalam kesempatan tersebut menggambarkan fungsi Humas sebagai pengendali opini publik.

“Kritikan itu sifatnya memberikan motivasi. Kita akan menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh AWAS dan atas kejadian ini. Apa yang terbaik bagi daerah yang harus kita buat akan kita buat,” ungkapnya.

Lihat juga...