Bahayanya Getah Aglaonema bagi yang Super Sensitif

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BOGOR — Sebagai salah satu tanaman hias yang saat ini digemari, Beberapa varietas Aglaonema ternyata memiliki kandungan racun pada bagian tubuhnya. Tapi, racun ini bukanlah mematikan dan paparannya tidak secara langsung terjadi.

Peneliti Bioteknologi BPP Teknologi Serpong Irni Furnawanthi, SP, MSi, saat seminar Aglaonema oleh Taman Buah Mekarsari, Jumat (25/9/2020) – Foto Ranny Supusepa

Peneliti Bioteknologi BPP Teknologi Serpong Irni Furnawanthi, SP, MSi, menyatakan jika ada tanaman yang memiliki dampak membahayakan bagi masyarakat, tentunya sudah disampaikan peringatan oleh pemerintah atau para ahli untuk tidak diperjualbelikan secara bebas.

“Aglaonema memang getahnya mengandung racun. Tapi skalanya rendah dan tidak membahayakan,” kata Irni dalam seminar tentang Aglaonema yang diselenggarakan oleh Taman Buah Mekarsari, Jumat (25/9/2020).

Racun dalam getah Aglaonema ini, lanjutnya, merupakan sistem pertahanan tubuh dari serangan serangga atau hama.

“Jadi tidak membahayakan bagi manusia. Kalaupun tertelan, bisa dihilangkan dengan air kelapa muda atau pembersih racun dari tenaga medis,” ucapnya.

Untuk menghindari paparan racun ini, para pecinta tanaman bisa menggunakan pelindung tangan saat melakukan perawatan.

“Atau sesegera mungkin mencuci tangan setelah melakukan perawatan pada Aglaonema. Hindari menyentuh area mata selama melakukan perawatan,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Advisor Taman Buah Mekarsari, Gregori Hambali.

“Aglaonema ini tidak termasuk tanaman beracun,” ujarnya tegas.

Tapi, memang ada beberapa orang, lanjutnya, yang memiliki toleransi rendah atau yang biasa disebut alergi pada tanaman.

“Ini sama saja dengan tanaman kacang. Kan ada orang yang alergi. Sehingga saat memakan atau produk yang mengandung kacang, bisa mengalami gangguan pernapasan. Tapi tidak dinyatakan kalau kacang itu tanaman beracun,” katanya.

Atau kasus lainnya, pada alergi pada kulit yang diakibatkan oleh rumput atau tanaman lainnya.

“Ada yang timbul ruam atau merasakan gatal. Tapi ini bisa diobati dan tidak menjadikan tanaman yang menyebabkan gatal itu sebagai tanaman yang beracun,” ujar pria yang dikenal sebagai Bapak Aglaonema Indonesia ini.

Terkait, ramainya kasus sebaran info di berbagai WA grup tentang, tanaman Dieffenbachia amoena atau Sri rejeki yang beracun dan mengakibatkan kematian pada manusia dalam waktu singkat, sudah dilakukan klarifikasi baik oleh Kominfo maupun para ahli.

“Getahnya ini hanya berbahaya bagi orang yang memiliki tingkat kesensitifan alergi yang sangat tinggi. Itupun bentuknya, hanya gatal-gatal hingga ruam merah pada satu lokasi saja,” pungkas Greg.

Lihat juga...