Banjir Terjang Desa Tompe Donggala

Jembatan alternatif di Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala terputus akibat diterjang banjir pada Minggu (13/9/2020) – Foto Ant

DONGGALA – Hujan yang turun berkepanjangan di wilayah Kabupaten Donggala, Minggu (13/9/2020), mengakibatkan air sungai di Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala meluap. Air membanjiri puluhan rumah warga, serta memutus sebuah jembatan.

Kepala Desa Tompe, Heri Hasbi menyebut, dua dusun di Desa Tompe terdampak langsung dari luapan air sungai tersebut.”Kejadian itu sekitar pukul tiga atau setengah empat. Itu masuk sampai perkampungan di Dusun Dua dan Dusun Tiga, bahkan awalnya tinggi air sampai satu meter. Tapi sudah kita koordinasikan dengan BPBD,” kata Heri, Minggu (13/9/2020) malam.

Jembatan di desa tersebut putus diterjang air, mengakibatkan jalan trans provinsi yang menghubungkan antara Kabupaten Donggala dan Toli-toli belum dapat dilalui. Jembatan tersebut merupakan infrastruktur alternatif, yang dibangun pemerintah, karena jembatan utama di wilayah tersebut saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

Berdasarkan informasi yang diterima, pihak kontraktor pembangunan jembatan utama, saat ini telah mengizinkan pengendara untuk sementara melalui jembatan yang sedang dibangun. Namun, kendaraan bergerak dengan cara bergantian. ”Ia saya dapat informasi, kalau jembatan utama itu sudah dibuka,” tandasnya.

Sejumlah unggas berenang melintasi jalan yang terendam banjir di Teluk Barak, Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Minggu (13/9/2020) – Foto Ant

Sementara itu, di Kalimantan Barat, sebagian wilayah du Kabupaten Kapuas Hulu juga dikepung banjir. Sejumlah permukiman penduduk terendam, bahkan diprediksi banjir akan semakin meluas, karena debit airnya dilaporkan bertambah tinggi. “Informasi yang kami terima malam ini, daerah Bungan perhuluan Sungai Kapuas hujan dan waspada banjir besar karena debit air diperkirakan malam ini dan Senin besok masih terus naik,” kata Ketua Tim Reaksi Cepat Pramuka Kabupaten Kapuas Hulu, Aliyanto, Minggu (13/9/2020) malam.

Aliyanto mengatakan, banjir kali ini volumenya cukup besar bila dibandingkan dengan banjir – banjir sebelumnya. Bahkan air merendam permukiman penduduk di setiap kecamatan. Saat ini, yang perlu diwaspadai adalah keselamatan, dan jangan mengambil risiko apabila tidak memungkinkan segera mengungsi. “Kami dari Tim reaksi cepat pramuka siap membantu evakuasi silakan hubungi 081256819622, masyarakat jangan panik, sekali lagi utamakan keselamatan diri dan keluarga,” kata Aliyanto.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, Gunawan mengimbau, masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, karena banjir terjadi saat ini debit airnya terus naik. Sehingga potensinya, banjir semakin besar dan meluas. “Curah hujan cukup tinggi yang juga terjadi di perhuluan Sungai Kapuas, jadi masyarakat waspada banjir besar dan kami minta pihak kecamatan dan desa segera melaporkan setiap perkembangannya,” kata Gunawan. (Ant)

Lihat juga...