Bansos Kota Baubau Tahap Dua Belum Cair Karena Kekurangan Dana

Kapolda Sultra, Brigjen Polisi Merdisyam, didampingi Camat Puuwatu bersiap meluncurkan paket sembako Polri-TNI peduli COVID-19 – Foto Ant

KENDARI – Dinas Sosial Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), masih kekurangan dana untuk Bantuan Sosial (bansos) tahap II warga terdampak Covid-19. Dengan demikian penyaluran untuk tahap II masih belum bisa dicairkan.

Kepala Dinsos Baubau, Abdul Rajab mengungkapkan, dana yang dibutuhkan untuk bansos tahap II lebih dari Rp10 miliar. Sedangkan anggaran yang tersedia baru Rp4 miliar. Untuk mencukupi kekurangan dana tersebut, pihaknya masih menunggu transferan Dana Insentif Daerah (DID) tahap II dari Pemerintah Pusat.

Hal itu terjadi karena anggaran Bansos yang biasanya dialokasikan pemerintah daerah melalui Biaya Tak Terduga (BTT) kini dialihkan ke DID. “DID tahap pertama sudah masuk di Dinas saya Rp4 miliar lebih. Tapi kita butuh dana Rp10 miliar lebih, berarti masih kurang Rp6 miliar. Diambilkan dari DID tahap dua. Ini sementara yang kita tunggu transfernya dari pusat,” jelas Rajab.

Penyaluran Bansos tersebut dijadwalkan setelah DID tahap II ditransfer oleh pemerintah pusat. Bansos tahap II akan disalurkan untuk 22 ribu lebih Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penerima itu terdiri dari penerima bansos tahap I sebanyak 11.236 KPM, ditambah data penerima susulan dan sebanyak 7.000 calon penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemerintah Provinsi Sultra.

“Jadi penerima bansos tahap II ini gabungan dari tahap pertama, susulan dan dari provinsi. Karena data provinsi ini kita punya warga juga. Jadi ketika kita tidak berikan mereka akan fatal, karena sampai saat ini BST-nya mereka dari provinsi belum cair. Maka saya gabung saja,” jelasnya.

Rajab menambahkan, untuk item bansos tahap II sama dengan bansos tahap I diantaranya berupa beras, minyak goreng dan telur. (Ant)

Lihat juga...