Batik Nusantara Bekasi Padukan Beragam Motif Batik Tanah Air

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Mengusung konsep batik Nusantara, Sri Herdiyani, selama empat tahun terakhir mengenalkan konsep batik Nusantara melalui beberapa model yang didesain sendiri untuk dikenalkan di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.

Batik nusantara dengan mengusung konsep penggabungan berbagai corak batik dari beberapa daerah ke dalam satu model, tapi tetap terkesan mewah. Karena didesain khusus mengikuti tren.

“Ini adalah salah satu cara mengenalkan batik. Tidak terpatok pada satu corak saja, saya ingin bagaimana caranya orang menyukai batik dulu, maka dibuat batik nusantara dengan penggabungan tiga corak atau lebih dari beberapa daerah dijadikan satu,” ungkap Sri, kepada Cendana News, ditemui di geleri miliknya di wilayah Harapan Indah, di Jalan Boulevar Hijau, Bekasi, Selasa (8/9/2020).

Dikatakan, selama ini masih banyak yang tidak ingin mengenakan kostum yang terkesan batik banget. Zhafirah ingin mengenalkan konsep perpaduan tersebut melalui kombinasi beberapa corak dari tiga daerah atau lebih dalam satu model.

Menurutnya, konsep batik Nusantara cukup disukai oleh generasi muda, terutama mereka yang tidak ingin terkesan resmi. Apalagi, model yang dikenalkan tidak konvensional, harus mengikuti tren berkembang agar diterima pasar.

“Mengenalkan model batik Nusantara lebih kepada konsep khusus, seperti model outer, cosplay dan lainnya tergantung tren. Sehingga mereka lebih mewah, saat mengenakan batik,” papar Sri yang menggabungkan butik miliknya dengan kafe.

Perpaduan corak batik dari beberapa daerah menjadi satu, memerlukan model dan konsep khusus. Tentu harus melalui ketelatenan untuk penyesuaian. Tapi, Sri berbekal pengalamannya belasan tahun menjadi desainer terus berinovasi untuk menghasilkan karya terbaik dalam mengenalkan kekayan budaya Indonesia tersebut.

Kecintaannya kepada batik, membuatnya mencoba mengkreasikan desain batik Nusantara, dia lakoni sejak empat tahun lalu. Ia juga kerap mengikuti berbagai pameran hingga ke berbagai daerah, guna mengenalkan produk batiknya kepada pencinta batik Nusantara.

“Batik tergantung model dan bahan sehari-hari, bisa katun. Begitu pun ke pesta atau acara resmi menggunakan batik, memiliki keunikan tersendiri, salah satunya orang tidak bisa tahu harganya berapa, jika didesain khusus.  Kesannya batik tidak ada nilai,” pesannya.

Untuk menghasilkan konsep elegan, Sri mengaku saat mengikuti pameran ke beberapa daerah selalu melirik bahan bagus untuk dibeli.  Seperti saat berada di Solo, pasti beli untuk digabungkan dengan corak batik Yogyakarta, kemudian corak lainnya diambil dari daerah tertentu, tapi tetap sesuai.

Namun, imbuhnya, produk batiknya saat ini masih menggunakan sistem cap atau printing seperti dari Yogyakarta, namun tetap terkesan mewah. Karena, menurut dia untuk penggabungan batik tulis tentu harga berbeda.

“Prinsipnya saya dengan harga tidak mahal, mereka bisa tertarik dengan batik dulu. Tapi, model tidak konvensional saya buat outer, atas bawah. Harga jual mulai dari Rp75 ribu hingga Rp1,2 juta. Tapi, kalau ada yang pesan konsep batik full juga ada,” ujarnya mengakui paling banyak membuat satu model 25 kostumm tapi model motif tetap berbeda.

Istimewanya, untuk model yang disukai bisa dibeli dan menyesuaikan ukuran pembeli. Biasanya, jelas Sri, banyak yang suka model tertentu, tapi lengan terlalu panjang atau besar atau ingin ditambah motif, maka bisa dilakukan asal bahan masih tersedia.

“Saya 18 tahun menekuni desain gaun pesta, tapi motif polos. Ternyata, batik di kombin dengan motif polos, bagus juga,” ujarnya.

Saat ini, dia juga mengaku omzet sedikit berkurang sejak pandemi Covid-19. Tidak seperti sebelum Covid-19. Namun demikian, ia masih bisa menjual secara online. Saat ini, ia memiliki dua stand khusus di mall untuk mengenalkan produknya di Cibinong.

Lihat juga...