Bawaslu Kota Semarang Imbau Waspada Kampanye Hitam

Editor: Koko Triarko

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin, di Semarang, Sabtu (19/9/2020). –Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang, meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi politik uang hingga kampanye hitam, jelang pelaksanaan tahapan kampanye Pilkada Kota Semarang 2020.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, untuk dapat dengan bijak menyikapinya, jika mendapati politik uang dan kampanye hitam dalam pelaksanaan Pilkada Kota Semarang 2020. Sekaligus, tidak sungkan untuk melaporkan kepada kami,” papar Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin di Semarang, Sabtu (19/9/2020).

Dipaparkan, potensi politik uang tidak hanya menyasar masyarakat, namun juga bisa terjadi pada penyelenggara pemilihan.

“Untuk itu, kami mengimbau agar masyarakat khususnya organisasi massa, tokoh masyarakat dan semua pihak untuk dapat mengawasi,” ujarnya.

Di satu sisi, meski dalam Pilkada Kota Semarang yang digelar dalam bentuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) menghadirkan calon tunggal, namun tidak menutup kemungkinan terjadi potensi kampanye hitam.

“Dalam menghadapi ini, kita juga kembali mengharapkan masyarakat untuk bisa bijak menyikapinya, dan tidak sungkan untuk melaporkan pada Bawaslu. Pengawasan merupakan tanggungjawab bersama, mari kita amati bersama jika ada potensi-potensi kecurangan kdapat melaporkan pada Bawaslu,” tegasnya.

Lebih jauh dipaparkan, pengawasan bersama tersebut sebagai bentuk pengawasan partisipatif masyarakat, dengan terlibat dalam pengawasan Pilkada secara langsung.

“Perlibatan ini untuk mewujudkan warga negara yang aktif, dalam mengikuti perkembangan pembangunan demokrasi. Pengawasan juga menjadi sarana pembelajaran politik yang baik bagi masyarakat pemilih,” tambahnya.

Di lain sisi, untuk mencegah terjadinya politik uang dan kampanye hitam, pihaknya juga sudah membentuk Kelurahan Anti Politik Uang dan Kelurahan Pengawasan di sejumlah Kecamatan di Kota Semarang. Hal tersebut juga menjadi  bentuk pengawasaan partisipatif masyarakat pada pelaksanaan Pilkada Kota Semarang.

Sementara, Ketua Panwascam Semarang Tengah, Mustam Efendi, menambahkan, peran masyarakat dalam pelibatan  pengawasan pilkada, menjadi sangat penting, terutama dalam tahapan kampanye.

“Harapan kami, dengan dilakukan pengawasan bersama, dengan masyarakat berperan aktif didalamnya, jangkauan pengawasan bisa makin luas. Pelaksanaan Pilwakot 2020 pun bisa berjalan dengan baik dan taat aturan,” terangnya.

Sejauh ini, Bawaslu Kota Semarang juga sudah menggadeng berbagai stakeholders, untuk ikut serta dalam pengawasan pelaksanaan Pilwakot. Termasuk kalangan perguruan tinggi, dalam bentuk pengawasan partisipatif masyarakat.

Lihat juga...