Berkat Dana Desa, 12 Ribu Desa Tertinggal Naik Tingkat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam jumpa pers virtual beberapa waktu lalu. Foto Amar Faizal Haidar

JAKARTA — Sejak dimulai pada 2015, program dana desa telah berhasil memberikan banyak perbaikan terhadap perekonomian desa. Berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) dalam lima tahun terakhir, sekitar 12 desa telah berhasil keluar dari posisi desa tertinggal menjadi desa berkembang.

“Pada 2014 desa tertinggal itu jumlahnya 32.256, sekarang jumlahnya menurun menjadi 20.588 atau 27,5 persen dari total desa di Indonesia, yaitu 74.954,” ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komite IV DPD RI, Rabu (9/9/2020) yang dihelat secara virtual.

“Kemudian kalau kita lihat data juga, Desa Mandiri saat ini jumlahnya meningkat menjadi 824 (1,1 persen), Desa Maju itu berjumlah 8.544 (11,4 persen), Desa Berkembang 38.162 (50,9 persen), dan Desa Sangat Tertinggal 6.835 (9,1 persen),” sambung Menkeu.

Selain itu, dari data yang sama, jumlah penduduk miskin pedesaan juga tercatat mengalami penurunan dari 17,77 juta (2014) menjadi 14,93 juta (2019).

Lebih lanjut, Menkeu mengatakan, 2021 mendatang, anggaran dana desa meningkat dari Rp71,2 triliun menjadi Rp72 triliun. Kenaikan tersebut, diharapkan mampu mendorong desa untuk ikut terlibat dalam agenda pemulihan ekonomi nasional.

“Pemerintah memberi perhatian besar terhadap pemulihan perekonomi desa. Jadi dana desa ini nantinya akan memperkuat kesinambungan program padat karya tunai dan jarring pengaman sosial berpa bantuan langsung tunai (BLT) desa,” terang Menkeu.

Selain itu, dana desa juga didorong untuk program-program seperti; Pemberdayaan UKM dan pertanian; Transformasi ekonomi desa melalui desa digital; serta Melanjutkan program pengembangan potensi desa, produk unggulan desa, Kawasan perdesaan dan peningkatan peran BUMDesa.

Di samping itu juga, dana desa didorong pula untuk mendukung sejumlah program strategis nasional antara lain; Mendukung program pengembangan teknologi dan komunikasi melalui pengembangan desa digital; Mendukung program pengembangan pariwisata melalui pembangunan desa wisata; Mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan usaha budi daya pertanian, peternakan dan perikanan.

“Kami di pemerintah pusat pun berharap dana desa bisa mendukung program infrastruktur dan konektivitas yang pelaksanaannya diprioritaskan dengan program padat karya tunai. Serta mendukung program Kesehatan nasional melalui perbaikan fasilitas poskesdes dan polindes, pencegahan penyakit menular, peningkatan gizi, dan penurunan stunting di desa,” pungkas Menkeu.

Lihat juga...