Berkebun Memanfaatkan Pekarangan Rumah di Masa Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Teras rumah kontrakan Farida Zarkasih (50 tahun) terlihat asri dipenuhi tanaman sayuran, obat dan bunga. Ragam tanaman dalam pot itu tersusun rapi di rak tanaman berbahan baja ringan bertingkat dua. Sebagian tanaman juga ada yang digantung di atas tiang.

Ragam tanaman yang menghiasi teras itu, yakni terong, tomat, cabai, jeruk limo, kedongdong, sirih, kewangi, lengkuas, jahe, kuncit, daun pandan, bunga widuri, bunga janda bolong, dan lainnya. Pemanfaatan teras rumah kontrakan untuk menanam sayuran dan toga menjadi pilihan Farida di masa pandemi Covid-19.

“Menanam ragam sayuran, toga dan bunga ini untuk membuat suasana rumah menjadi lebih hijau. Hasil tanaman bisa dimanfaatkan untuk memasak,” kata Farida, kepada Cendana News saat ditemui di rumah kontrakan di wilayah Jakarta Timur, Selasa (29/9/2020).

Menanam ragam tanaman menurutnya, banyak manfaatnya selain untuk kebutuhan sendiri, para tetangga juga diperbolehkan untuk menikmati hasil panen. Seperti, misalnya saat pohon jeruk limo berbuah, tidak hanya dirinya yang memanfaatkan, tetangga juga tetangganya.

Begitu juga dengan kewangi, tomat ,cabai, dan tamanan toga. Jika ada tetangga yang membutuhkan diperbolehkan untuk memetiknya.

“Kalau ada tetangga mau daun kewangi, daun pandan, jeruk limo, tomat atau cabai, boleh petik saja,” ujar ibu satu anak ini.

Farida mengaku, dirinya juga suka membuat jamu untuk dikonsumsi keluarganya, dari hasil panen jahe.”Kalau badan meriang, saya buat wedang jahe. Tetangga juga suka ada yang minta,” ujar Farida, warga Krida Mandala, Cijantung, Jakarta Timur.

Menurutnya, sebisa mungkin di rumah kontrakannya harus ada tanaman, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini yang membatasi kegiatan di luar rumah. Sehingga ragam tanaman yang ditanam akan lebih berguna baik untuk dikonsumsi, dimasak maupun untuk obat-obatan.

“Jahe dan kencur berkhasiat untuk penghilang batuk, khasiatnya bagus, tidak ada efek samping,” imbuhnya.

Farida mengaku sudah enam bulan berkegiatan bercocok tanaman di teras rumah kontrakannya ini. Setiap pagi sebelum berangkat kerja, ia menyiram ragan tanaman itu, begitu juga saat sore hari sepulang kerja.

Sedangkan untuk membuat tanaman itu tumbuh subur, ia memberinya pupuk kompos.

“Yang terpenting lagi tanaman ini harus kena sinar matahari ya,” ujarnya.

Farida mengaku dirinya sangat hobi bercocok tanam, sehingga dia tidak kehilangan akal untuk memanfaatkan teras rumahnya dengan rimbunnya tamanan.

“Sebisa mungkin terus memperbanyak tanaman ditanam di teras ini disusun di rak, ada juga yang digantung. Ya, minimal bisa sedikit menyedot karbondioksida di sekitarnya,” ungkapnya.

Menurutnya lagi, menanam dengan memanfaatkan lahan terbatas adalah cara paling efektif untuk memerangi pemanasan global.

“Kalau kita menanam pohon sebanyak-banyaknya, suasana jadi asri , udara sejuk. Saya dan suami saja betah duduk berlama-lama. Kalau dulu sangat terasa panasnya,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu tetangganya, Nur Rohmah juga mengaku pemanfaatan lahan terbatas di halaman rumahnya dengan menanam pohon pepaya, lengkuas, lidah buaya, cabai, kewangi, bayam, kangkung, kuncit, dan lainnya.

“Berkebun ini hobi lama saya, saat pandemi tidak ada aktivitas saya tekuni lagi menanam toga dan sayuran. Manfaatnya banyak untuk kebutuhan memasak dan jamu,” ujarnya.

Menurutnya, berinteraksi dengan tanaman membuat perasaannya lebih nyaman. Tubuhnya juga akan lebih banyak bergerak saat berkebun merawat tanaman.

“Berkebun ini kegiatan yang positif, pikiran jadi lebih tenang liat yang suasana rumah asri. Kebutuhan sayur mayur tercukupi dari tanaman yang ditanam,” pungkasnya.

Lihat juga...