Berkeringat Dingin Belum Tentu Gejala Jantung

dr. Andriawan Widya Nugraha, Sp.JP -Ant

TULUNGAGUNG – Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD dr.Iskak Tulungagung, dr. Adriawan Widya Nugraha, Sp.JP., menyatakan fenomena tangan berkeringat dingin tanpa sebab yang dialami sebagian orang tidak selalu bisa diidentikkan dengan gejala penyakit jantung.

“Bisa saja ini sebagai fenomena ‘hiperhidrosis’, yaitu suatu kondisi di mana kelenjar keringat memproduksi keringat secara berlebihan di bagian tubuh tertentu atau di bagian telapak tangan,” kata dr. Andriawan di Tulungagung, Sabtu (5/9/2020).

Menurut dia, kurangnya pengetahuan masyarakat umum tentang gejala fisik penyakit jantung seringkali menimbulkan kesalahpahaman. Sebab, bila seseorang hanya merasakan keringat dingin tanpa dengan gejala tertentu belum bisa dipastikan itu dari reaksi sakit jantung.

Lanjut dia, ada beberapa gejala yang bisa dikenali sebagai tanda awal dari penyakit jantung. Misal, seseorang mengeluarkan keringat dingin berlebihan di bagian kaki dan tangan yang diikuti dengan gejala lainnya, seperti rasa nyeri di dada sebelah kiri, sesak napas, dan jantung terasa berdegup kencang (detak jantung berlebihan).

“Bila seseorang mengalami hal-hal yang mirip, kemungkinan gejala tersebut adalah penyakit jantung. Tetapi, belum tentu juga. Sebelum diperiksa oleh ahlinya belum dapat disimpulkan karena setiap individu tidak memiliki gejala yang sama,” katanya.

Dokter Adriawan menjelaskan, keluarnya keringat dingin atau “hiperhidrosis” pada dasarnya bisa disebabkan oleh dua faktor.

Pertama, hiperhidrosis primer, yaitu gejala yang terjadi belum diketahui secara pasti, tetapi dapat dilihat dari faktor genetik atau keturunan. Ke dua, hiperhidrosis sekunder, yakni kondisi medis tertentu seperti serangan jantung, penyakit infeksi, kadar gula rendah dan sebagainya.

“Penyebab hiperdrosis primer pada umumnya terjadi pada telapak tangan, telapak kaki dan terkadang wajah. Sedangkan hiperhidrosis sekunder timbul hampir di seluruh bagian tubuh. Sebab itu, bagi masyarakat yang belum memahami secara medis, sebaiknya jangan dulu cemas. Bila mengalami hal yang sama segera hubungi ahlinya,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...