BLT UMKM di Agam Diusulkan untuk 7.610 Unit Usaha

LUBUKBASUNG – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengusulkan sebanyak 7.610 unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT), dari pemerintah pusat.

Bantuan tersebut diberikan dalam rangka menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Agam, Aguska Dwifajra mengatakan, ke 7.610 unit UMKM itu telah diusulkan ke Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. “Kami telah mengusulkan UMKM itu Kementerian Koperasi dan UKM RI pada awal Juli 2020,” ungkapnya di Lubukbasung, Senin (31/8/2020).

Ke 7.610 unit UMKM itu tersebar di 16 kecamatan. Pengusulan diawali dari upaya para pelaku UMKM mendaftar ke dinas setempat. UMKM itu bergerak di berbagai usaha seperti, kuliner, kerajinan dan kegiatan lainnya. UMKM itu terdampak masa pandemi COVID-19, sehingga kesulitan memasarkan produk yang dihasilkan. “Bantuan tunai ini menjadi salah satu langkah program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diambil pemerintah untuk membantu para pelaku usaha dan industri kecil menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi COVID-19,” jelasnya.

Hingga kini belum ada timbal balik dari Kementerian Koperasi dan UKM RI, terhadap usulan tersebut. Belum ada salinan data UMKM yang akan mendapatkan bantuan masing-masing Rp2,4 juta per bulan tersebut. “Dana tersebut langsung masuk ke rekenig pelaku UMKM,” sebutnya.

Salah seorang pelaku UMKM di Lubukbasung, Sukarno (49) menyebut, pihaknya telah mengusulkan untuk mendapatkan bantuan BLT ke pemerintah nagari atau desa adat. Namun dana BLT tersebut belum cair sampai sekarang. “Saya berharap bantuan segera cair agar bisa digunakan untuk modal usaha dalam pembuatan tahu,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...