Budi Daya Ikan Mas Koki, Hobi Menguntungkan Kala Pandemi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOGOR – Goldfish atau mas koki merupakan ikan hias yang populer dan paling banyak diminati untuk dipajang dalam kolam kaca atau akuarium. Ikan dengan nama Latin Carassius auratus auratus ini berpenampilan tubuh dengan sirip ekor ganda dan berbentuk memampat bulat.

“Ikan ini memiliki corak warna terang dan memiliki bentuk unik serta cantik, sehingga mampu membuat orang betah berlama-lama memandangnya,” ujar Widya Rusyanto, Kepala Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP), Selasa (29/9/2020).

Widya Rusyanto, Kepala Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP), saat dijumpai Cendana News, belum lama ini – Foto: Muhammad Amin

Dikatakannya, ikan mas koki memiliki prospek usaha yang menjanjikan. Tetapi harus mengetahui trik dalam pemeliharaan  supaya mendapatkan warna yang tajam dan memiliki daya tahan tubuh yang baik.

Widya memaparkan, di antaranya harus diperhatikan dalam pemeliharaan ikan mas koki adalah menyiapkan air dalam kualitas ideal (pH kisaran 6,5 – 7,0) dan oksigen di atas 5 ppm.

Selanjutnya, untuk memperindah dan mempercepat pertumbuhan ikan perlu memperhatikan kualitas pakan yang banyak mengandung protein (kadar protein lebih dari 30%).

“Ikan mas koki yang baik berasal dari induk, lingkungan, pakan cukup dan kualitas yang baik,” sambungnya.

Pelaku usaha ikan mas koki, UKM Tirta Kencana Agung asal Tulungagung, Agus Tri Haryanto, menggarisbawahi soal prospek usaha tersebut. Saat mengikuti Inkubasi Bisnis Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan (Inbis Invapro KP) BBP3KP 2020, dia mengaku, usahanya semakin meningkat di masa pandemi.

Dalam laporan monitoring bulanan UMKM Binaan Inbis Invapro KP, UKM Tirta Kencana Agung pada Juli lalu mengalami peningkatan omzet tiga kali lipat dibanding sebelum pandemi (Februari).

“Justru usaha saya mengalami peningkatan penjualan bahkan kekurangan stok dalam memenuhi permintaan konsumen sehingga harus menambah kolam untuk budi daya,” terang Agus.

Para pegiat ikan hias mas koki mulai dari pembudidaya, reseller, suplaier dan eksportir yang terhimpun dalam Komunitas Mas Koki Indonesia, rutin mengadakan kegiatan kontes untuk mempopulerkan sekaligus mengenalkan peluang ikan tersebut.

Bekerja sama dengan BBP3KP, salah satu UPT Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), menggelar kontes bertajuk “2nd Indonesian Goldfish League 2020” pada 25–27 September 2020 di Exhibition Hall Raiser Ikan Hias Cibinong, Bogor, milik BBP3KP.

Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, kontes tetap digelar untuk menjaga silaturahmi antaranggota komunitas sekaligus memajukan ikan mas koki Indonesia di tingkat lokal maupun internasional.

Tahun ini untuk pertama kalinya diterapkan dengan sistem liga dan dibentuk delapan tim untuk berlaga, sedangkan peserta perorangan dari daerah untuk sementara masuk dalam tim tersebut.

Ke depan peserta daerah seperti dari Palembang, Lampung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar  membentuk tim liga sendiri untuk mewakili daerahnya masing-masing.

“Liga juga rencananya dilaksanakan secara berkala setiap dua bulan sekali dengan lokasi berbeda. Sekaligus sosialisasi anggota liga baru,” tegas Widya.

Sebanyak 335 ekor ikan mas koki hadir meramaikan kontes yang tergabung dalam delapan tim liga antara lain TITS Tangerang Selatan, D. Art Cisauk Tangerang, Filosofi Koki Bekasi, Transformation Bandung, Royal Goldfish Team Depok, Quality Goldfish Serpong, D. Van Cengkareng, dan One Goldfish Jakarta Barat.

Sedangkan kategori kontes yang dilombakan ada 7 kategori dengan 5 kelas, dan setiap kelasnya memiliki pemenang (champion) untuk seluruh kategori tersebut.

“Minggu kemarin adalah puncak kontes yang dihadiri Irfan Hakim, artis ibu kota sekaligus pegiat baru ikan mas koki. Irfan sendiri mengenal ikan mas koki dari Komunitas Filosofi Koki Bekasi,” urainya.

Lihat juga...