Buka Peti Jenazah Covid-19, Sebanyak 32 Warga Cilacap Jalani Swab Test

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Griana Dewi di kantornya, Selasa (22/9/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

CILACAP — Sebanyak 32 warga Desa Mergawati, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap harus menjalani swab test, setelah membuka peti jenazah yang belakangan diketahui terkonfirmasi positif Covid-19. Tindakan tersebut sebenarnya sudah diperingatkan oleh tim gugus tugas setempat, mengingat pasien merupakan suspek Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Griana Dewi mengatakan, pasien tersebut laki-laki usia 57 tahun dan meninggal pada Kamis (17 /9/2020). Pihak rumah sakit sudah melakukan pemulasaran jenazah dengan protap Covid-19. Namun, sesampai di rumah pihak keluarga membongkar peti tersebut. Jenazah kemudian dimandikan dan dikafani layaknya orang meninggal bukan karena Covid-19.

“Hari Sabtu (19/9/2020) hasil lab keluar dan pasien yang meninggal tersebut dinyatakan positif Covid-19. Karena itu, kita langsung melakukan tracing dan sebanyak 32 orang kita lakukan swab test pada hari Senin (21/9/2020),” jelasnya, Selasa (22/9/2020).

Namun, istri almarhum meninggal dunia pada Senin pagi sebelum sempat dilakukan swab test. Ia meninggal dengan gejala mirip Covid-19. Saat ini jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap untuk dilakukan swab post mortem dan pemulasaran dengan protokol Covid-19.

Sementara itu, warga Desa Mergawati yang dilakukan swab test yaitu yang melakukan kontak dengan jenazah. Mulai dari anak, menantu dan cucu almarhum. Kemudian kayim setempat dan para tetangga yang membantu memandikan serta mengkafani jenazah hingga warga yang membantu membawa jenazah ke pemakaman.

“Semua yang melakukan kontak dengan jenazah kita lakukan swab test, termasuk yang hadir dalam tahlilan malam harinya,” jelasnya.

Untuk tindakan pencegahan, tim gugus tugas penanggulangan Covid-10 Kecamatan Kroya juga melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar rumah almarhum.

“Swab test dari 32 warga Desa Mergawati ini sudah kita kirimkan ke laboratorium Rumah Sakit Pertamina Cilacap (RSPC). Untuk hasilnya kemungkinan sekitar 3-4 hari lagi baru bisa diketahui,” kata Pramesti.

Kadinkes sangat menyayangkan tindakan gegabah yang dilakukan pihak keluarga dengan membuka peti jenazah, sehingga istri almarhum sampai meninggal dunia dengan gejala Covid-19.

“Kesadaran masyarakat akan pentingnya mengikuti prosedur pencegahan Covid-19 memang harus ditingkatkan lagi, karena masih ada sebagian masyarakat yang menganggap remeh pandemi ini,” tuturnya.

Sampai saat ini angka positif Covid-19 di Kabupaten Cilacap memang terbilang tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan kabupaten sekitarnya. Total kasus Covid-19 hanya 169 orang dan yang masih menjalani perawatan saat ini ada 20 orang. Pasien positif yang meninggal dunia 3 orang dan yang sudah dinyatakan sembuh ada 146 orang.

Salah satu warga Cilacap, Heri mengatakan, ia justru merasa khawatir dengan angka Covid-19 di Cilacap yang tidak terlalu tinggi. Sebab, hal tersebut menunjukan swab test tidak dilakukan secara masif.

“Kabupaten tetangga kita angka Covid-19 sampai 400 lebih karena swab test dilakukan terus-menerus. Jadi ada upaya pencegahan dengan jemput bola, tetapi di Cilacap justru mengkhawatirkan karena jarang ada swab test, sehingga kemungkinan banyak OTG namun tidak diketahui,” katanya.

Lihat juga...