Bulan Ini DiperkirakanTarget Peserta Program Prakerja, Terpenuhi

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Antusiasme masyarakat terhadap program Kartu Prakerja sangat tinggi. Berdasarkan data terakhir yang di-update oleh Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, sebanyak 23,8 juta orang telah melakukan registrasi di situs prakerja, berebut terget kuota yang ditetapkan pemerintah tahun 2020 ini, yakni 5,6 juta peserta.

“Kami lihat antusiasme terhadap program ini memang tinggi sekali. Sekarang sudah masuk pendaftaran gelombang ke sembilan, dan total peserta yang telah lolos sebanyak 4,68 juta. Kami perkirakan akhir bulan ini (September) target 5,6 juta peserta bisa terpenuhi,” ujar Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, di Jakarta, Sabtu (19/9/2020).

Lebih lanjut, Denni menyampaikan, dari 4,68 juta peserta yang dinyatakan lolos, 3,4 juta di antranya tercatat sudah melakukan transaksi pembelian pelatihan, kemudian 2,4 juta telah menyelesaikan minimal satu kali pelatihan, dan 1,4 juta peserta telah menerima insentif.

“Total kami sudah menyalurkan insentif pelatihan itu sebanyak Rp1,7 triliun. Lalu secara keseluruhan, realisasi penyerapan anggaran program Kartu Prakerja ini mencapai 83,17 persen dari total pagu sebesar Rp20 triliun,” terang Denni.

Ada pun dari sisi sebaran peserta, Denni menyebut bahwa program Kartu Prakerja berhasil menjangkau 514 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia.

Sementara itu, provinsi yang masyarakatnya paling banyak memanfaatkan Kartu Prakerja adalah; Jawa Barat 674,6 ribu perserta; DKI Jakarta 564,5 ribu peserta; Jawa Timur 553,6 ribu peserta; Jawa Tengah 393,8 ribu peserta; Banten 229,5 ribu peserta; Sumatra Utara 208,2 ribu peserta; dan Sulawesi Selatan 203 ribu peserta.

“Dari hasil survei evaluasi hingga 31 Agustus, dapat disimpulkan program ini sudah tepat sasaran, karena menjangkau masyarakat yang menganggur atau tidak bekerja (87 persen), berpendapatan rendah (rata-rata 1,2 juta perbulan), dan bekerja di sektor informal (79 persen),” ungkap Denni.

Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja, Rudy Salahuddin, mengaku bersyukur, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi. Pasalnya, program Kartu Prakerja juga dianggap sebagai salah satu pintu masuk menuju transformasi digital.

“Kalau kita lihat program bantuan sosial yang menggunakan platform digital itu hanya Kartu Prakerja. Dan, itu sangat baik untuk dijadikan contoh, misal orang tidak rebutan dan mengantre panjang untuk menerima bantuan. Lalu orang juga tidak perlu didata, karena mereka yang justru open registrasi sendiri,” paparnya.

Rudy pun mengaku siap bila ke depan Komite Cipta Kerja memutuskan untuk kembali menambah kuota peserta Kartu Prakerja tahun ini, yang sudah ditetapkan sebanyak 5,6 juta dengan total anggaran Rp20 triliun.

“Jadi perkiraan kami target itu bisa selesai akhir bulan ini, atau paling lama awal bulan depan (Oktober). Nanti kita lihat saja, kalau Komite ingin menambah kuota peserta, kami akan siap jalankan kembali,” tutur Rudy.

Rudy mengimbau agar para peserta yang sudah lolos agar segera melakukan pembelian pelatihan dan menyelesaikannya. Menurut Rudy, bila dalam waktu satu bulan tidak ada transaksi, maka kepesertaannya akan dihentikan.

“Kalau sudah dihentikan seperti itu, maka yang bersangkutan tidak bisa lagi mendaftar di Kartu Prakerja, karena program ini hanya berlaku satu kali seumur hidup,” pungkasnya.

Lihat juga...