Bulog Sumbar Siapkan Beras untuk Penyaluran Bantuan PKH

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PADANG — Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Sumatera Barat tengah mempersiapkan beras untuk Bantuan Sosial Beras (BSB) Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) untuk 182.092 penerima.

Kepala Bulog Wilayah Sumatera Barat, Tommy Despalingga yang ditemui di kantornya beberapa waktu yang lalu/Foto: M. Noli Hendra

Kepala Bulog Wilayah Sumatera Barat Tommy Despalingga mengatakan hingga sekarang stok beras yang ada di gudang Bulog Sumbar tersedia sebanyak 11.000 ton. Stok yang ada itu nantinya akan disalurkan untuk sejumlah kebutuhan yang telah dialokasikan.

Ia menyebutkan dari jumlah KPM-PKH yakni 182.092 jiwa itu akan mendapatkan masing-masing penerima nya 15 kilogram beras yang akan diberikan itu selama tiga bulan yakni September, Oktober, dan November.

“Jadi stok beras kita yang ada saat ini itu ada juga dialokasikan untuk penyaluran BSB di Sumbar selama tiga bulan,” katanya, ketika dihubungi dari Padang, Rabu (16/9/2020).

Dari keperluan untuk penyaluran KPM-PKH kepada 182.092 jiwa itu diperkirakan 11.000 ton yang tersedia itu tidak seluruhnya untuk bantuan beras PKH.

Menurutnya terkait stok beras di gudang Bulog Sumatera Barat sebanyak 11.000 ton itu, selain diperuntukan untuk penyaluran bantuan beras PKH, juga dipersiapkan untuk operasi pasar (OP) di sejumlah titik di Sumatera Barat.

Setidaknya per harinya Bulog harus mengeluarkan beras yang ada di gudang sebanyak 30-40 ton untuk OP sebagai upaya menjaga stabilitas harga di pasaran. Sebab dengan cukupnya pasokan beras di pasaran maka tidak terjadi gejolak harga.

Tidak hanya itu, kata Tommy, dengan adanya OP yang dilakukan Bulog bisa menjadi alternatif masyarakat untuk memperoleh beras medium yang lebih murah dari harga pasaran.

“Jadi stok 11 ribu ton yang ada di gudang saat ini diperkirakan bisa mencukupi kebutuhan beras di Sumbar hingga akhir tahun 2020 nanti,” sebutnya.

Tommy juga mengatakan bahwa beras yang ada di gudang juga didatangkan dari Provinsi Jawa Timur, Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah. Sekarang Bulog Sumbar juga tengah mengusulkan penambahan pasokan beras ke Bulog pusat sebanyak 7.000 ton.

Cukup banyak stok beras di gudang Bulog saat ini, juga berdampak dari adanya kondisi panen petani di Sumbar yang terbilang cukup bagus, sehingga serapan beras lokal ke Bulog dapat menambah stok yang ada di Bulog.

Dikatakannya, di Sumatera Barat ini bisa dikatakan panennya saling bergantian antar daerah. Misalnya di Kabupaten Pesisir Selatan hampir habis masa panen, sementara di Kabupaten Solok baru akan memulai masa panennya.

“Jadi tidak akan pernah putus produksi padi di Sumatera Barat,” ungkap Tommy.

Kondisi yang demikian juga tidak dapat dipungkiri bahwa cukup banyak beras Sumatera Barat dipasarkan ke sejumlah daerah terutama untuk provinsi tetangga di Sumatera ini.

Sementara itu salah seorang penerima PKH di Pesisir Selatan, Ikal, mengakui tengah menunggu adanya bantuan beras itu sebab di daerahnya itu kini telah selesai panen padi sehingga stok beras di rumahnya juga menepis.

“Syukurlah jika benar tiga bulan dari sekarang berasnya akan disalurkan. Karena saya dan keluarga benar-benar menanti bantuan beras itu,” ujarnya.

Menurut Ikal meski jumlah berasnya itu 15 kilogram tapi jumlah itu sangat cukup untuk mengisi keperluan makan sehari-hari keluarganya dimana kini di daerahnya itu baru selesai masa panen.

“Kami di sini kalau selesai masa panen itu, stok beras jadi menipis. Jadi bantuan beras sangat dibutuhkan, apalagi bagi yang penerima PKH ini,” harapnya.

Lihat juga...