Bunker Jepang di Bukit Rane Nagekeo Paling Sering Dikunjungi

Editor: Koko Triarko

MBAY – Sebanyak 22  bunker atau lubang persembunyian tentara Jepang di Kabupaten Nagekeo, salah satunya yang selalu ramai dikunjungi wisatawan dan bisa dimasuki terletak di Bukit Rane, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, persis di sebelah selatan jalan negera trans utara Flores.

Lubang Jepang ini kondisinya tertata dengan baik, namun perbukitannya tergolong tandus dan hanya beberapa pohon bidara dan asam yang tumbuh di bukit berbatu dipenuhi rumput ilalang.

“Lubang Jepang ini yang paling sering dikunjungi wisatawan, karena berada di tepi jalan raya dan bisa dimasuki dari sebelah timur dan keluar di sebelah barat,” sebut Elisia Dogma Dari, seorang pramuwisata asal Kabupaten Nagekeo, Minggu (20/9/2020).

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, NTT, Wilbrodus Lasa, di Kota Mbay, Minggu (20/9/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Elis, sapaannya, mengatakan dirinya sering mengantar wisatawan berkunjung ke tempat ini, meskipun tempatnya belum tertata dengan baik, karena belum ada fasilitas penunjang seperti gubuk atau lopo untuk tempat berisitirahat.

“Bila ditata dan dibuatkan gubuk atau lopo untuk tempat berwisata dan menjual makanan dan minuman, maka tempat ini ramai dikunjungi wisatawan,” sebutnya.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, Wilbrodus Lasa, mengatakan kunjungan wisatawan ke situs sejarah ini hanya ribuan orang saja dalam setahun.

Wili, sapaannya, mengatakan bunker di Kobafesa ini terdapat 3 lubang. Dua buah lubang saling berhubungan, sehingga pengunjung bisa masuk dan keluar di lubang satunya, sementara satu lubang lainnya letaknya terpisah.

“Panjang lubang Jepang ini 22 meter dan lebarnya 2 meter, serta tinggi 2 meter. Satu lubang lainnya semacam lubang pengintai musuh dengan panjang 1 meter dan lebar 1,5 meter, serta tinggi 2 meter,” jelasnya.

Wili menambahkan, sebuah bunker Jepang lainnya terdapat di Okiwajo, Desa Aeramao, sebanyak 3 bunker serta di Wolo Putih, Kelurahan Lape juga terdapat 4 buah bunker Jepang.

Ia menjelaskan, bunker di Wolo Putih ada satu lubang yang di bagian dalamnya terdapat sumur dan airnya pun sampai sekarang masih tetap ada, dan dipergunakan masyarakat untuk minum ternak.

“Di dalamnya juga terdapat sebuah ruangan untuk tempat ibadah yang terdapat mezbah dan mimbar, yang terdapat tangga di samping aulanya. Bunker Jepang ini termasuk paling lebar dan lebih tinggi,” ungkapnya.

Untuk tempat ibadah saja, sebut Wili, panjang lubangnya mencapai 20 meter dengan lebar 16,2 meter serta tinggi 15 meter, dan diperkirakan aula ini bisa menampung hingga 100 orang.

Lihat juga...