Cara Menyenangkan Bersepeda Sambil Berwisata ke Pasir Jambak

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Bersepeda adalah salah satu olahraga yang cukup mudah dan menyenangkan dilakukan dari hari ke hari. Apalagi dalam kondisi pandemi seperti ini, bersepeda bisa dikatakan salah satu cara untuk meningkatkan imun tubuh.

Tidak hanya menyehatkan tubuh, bersepeda juga bisa menghilangkan stres karena rute yang ditempuh benar-benar menikmati keindahan alam. Seperti halnya yang dilakukan oleh komunitas sepeda JSS (Jurnalis Sepeda Sehat) Padang, Sumatera Barat pada hari ini Minggu (6/9/2020).

Komunitas seperti ini memasuki kawasan hamparan pantai yang berada di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah Padang. Di sana terdapat sebuah tempat yang sudah dikenal dengan objek wisata Pasir Jambak.

Lokasi itu terbilang salah satu lokasi yang ramai dikunjungi oleh pesepeda di setiap akhir pekannya. Alasan utama yang membuat Pasir Jambak jadi rute pilihan untuk bersepeda, karena sepanjang perjalanan memasuki kawasan pemukiman masyarakat nelayan jauh dari keramaian perkotaan.

Ronal salah seorang anggota JSS Padang menceritakan perjalanannya yang begitu menyenangkan dengan jarak tempuh yang cukup panjang. Para peseda mulai mengayuh di depan kantor TVRI Sumbar yang berada di Bypass Air Pacah.

Rute dipilih tidak berada di kawasan pinggiran jalan raya untuk menghindari polusi yang bisa membahayakan para pesepeda. Tapi rute diambil pada jalan pintas dimana memiliki pemandangan hamparan sawah serta tidak terdapat keramaian lalu lintas kendaraan.

“Kita itu kalau mau bersepeda bareng, hari Jumat itu sudah mulai membahas mau ke mana rutenya. Setiap rute yang kita tempuh harus menikmati alam dan tidak disarankan untuk bersepeda di kawasan jalan raya seperti halnya Bypass,” kata dia, Minggu (6/9/2020).

Begitu juga dengan rute yang ditempuh untuk menuju ke kawasan Pasir Jambak. Diperkirakan jarak tempuh untuk menuju Pasir Jambak dari kantor TVRI Sumbar itu mencapai 10 kilometer.

Di sini rombongan pesepeda JSS Padang memilih jumlah jalan pintas yang terbilang tidak ramai lalu lintas kendaraan seperti memasuki kawasan Simpang Maut Padang hingga keluar di Pasar Simpang Tabing.

Di sana memang terdapat ramai aktivitas lalu lintas kendaraan karena berada di jalur utama menuju pusat kota via jalan Adinegoro Padang. Bagi peseda untuk melintasi jalan raya itu, harus ekstra hati-hati karena belum ada jalur khusus bersepeda di Kota Padang.

“Kalau kita harus bareng-bareng menyeberang jalan. Nah bila sudah bisa menyeberang jalan, saatnya menuju Pasir Jambak dengan mengawali memasuki simpang pasir pasien nan tigo,” ungkap dia.

Dalam perjalanan menuju Pasir Jambak ini, peseda akan disuguhi hamparan pantai serta pemandangan yang begitu menyejukkan mata. Karena memang bersepeda itu paling nikmatnya berwisata. Dengan artian sehat badan berolahraga secara bersamaan, hati pun senang karena bisa berwisata.

Apalagi setiba di Pasir Jambak itu, banyak pepohonan cemara laut serta rimbunnya tanaman-tanaman kelapa, membuat bersepeda di kawasan Pasir Jambak sangatlah menyenangkan. Memang tidak salah lagi, bersepeda itu sehatnya dapat bahagianya juga dapat.

“Kita tidak hanya berwisata saja dalam bersepeda ini, tapi juga menikmati kuliner sebagai sarapan pagi setelah usai lelah mengayuh sepeda dengan jarak tempuh puluhan kilometer itu,” sebut dia.

Tidak hanya Ronal, anggota JSS Padang lainnya yakni Tuasaman mengakui bahwa bersepeda itu adalah cara unik untuk menikmati alam dengan arti ada wisatanya. Seperti halnya ke Pasir Jambak yang memang sudah lama jadi salah satu objek wisata di Padang.

“Kalau naik motor ke Pasir Jambak itu mungkin kurang bersemangat. Tapi kalau bersepeda ramai-ramai ke Pasir Jambak itu sangatlah menyenangkan,” katanya.

Ia menilai dengan menggunakan sepeda untuk berwisata selain irit biaya bahan bakar, juga dapat membebaskan diri dari biaya parkir kendaraan saat berada di lokasi wisata serta dapat bebas mau ke rute mana saja.

Maksudnya itu, dengan bersepeda bisa menelusuri jalan yang berlumpur, digenangi air, menyisir pantai, dan bisa melakukan atraksi lainnya dengan keahlian tertentu.

“Bagi saya bersepeda itu obat stres setelah satu pekan sibuk bekerja, dan kini diobati dengan bersepeda sembari berwisata,” ungkapnya.

Lihat juga...