Cara Penanganan Covid-19 di Bekasi Berbeda dengan DKI Jakarta

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengaku memiliki cara berbeda dan tidak akan mencontoh penerapan di wilayah DKI Jakarta yang akan segera menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti tahap awal. Dikatakan penanganan tentunya tetap seirama dengan DKI Jakarta, tapi caranya berbeda.

“Tentunya tidak sama, setiap daerah punya cara penanganannya masing-masing. Karena setiap daerah punya kelengkapan dan fasilitasnya masing-masing, dalam arti tim medis dan infrastrukturnya, rumah sakit dan sarana prasarana,” ungkap Bang Pepen sapaan akrab Wali Kota Bekasi, Kamis (10/9/2020).

Dikatakan bahwa disiapkan rumusan kebijakan-kebijakan selanjutnya terhadap penanganan Covid-19 mengantisipasi perkembangan yang terjadi di DKI. Tapi pastinya cara penanganannya berbeda.

“Jadi, kalau PSBB total enggaklah,” katanya ditemui di lingkungan Polretro Bekasi Kota.

Menurutnya dalam penanganan Covid-19 tidak kalah penting adalah kelengkapan Forkopimda dan kelengkapan masyarakat ormas serta pemuda. Sampai saat ini Polrestro Bekasi Kota sudah melakukan hal luar biasa terkait pemberian masker dan sosialisasi.

“Karena sampai saat ini hanya dengan masker kita bisa putus penyebarannya,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu dia melaporkan bahwa terjadi peningkatan kasus klaster keluarga sudah mencapai 196 kasus dengan total jumlah 512 jiwa terdampak corona. Penanganannya masih fokus memperbanyak rapid dan PCR kit.

Hal lainnya dengan mempersiapkan kondisi darurat di stadion Patriot Chandrabaga dengan 57 kapasitas, kelengkapan HEPA filter dan lainnya. Peningkatan yang terjadi menurutnya disebabkan karena peningkatan kasus di beberapa daerah termasuk DKI Jakarta sendiri.

Ditegaskan bahwa Pemkot Bekasi terus berupaya melakukan penanggulangan dengan menjalankan karantina terbatas wilayah di RW atau siaga RW, sementara Kapolres fokus zero kriminal, Dandim fokus ketahanan pangan.

“Kami fokus penanganan Covid-19, sudah berjalan melalui adaptasi tatanan baru dan masyarakat Covid-19 aman, hanya tidak diekspos saja. Sudah masif,” tukasnya.

Dia juga tetap fokus pada kebijakan Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) karena dinilai cukup berhasil dijalankan. Apalagi, ekonomi masyarakat adalah satu hal yang juga menjadi prioritas disamping menekan laju penularan Covid-19.

Terakhir dia mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap terus menggunakan masker, jaga jarak, batasi kegiatan yang bisa mengumpulkan banyak orang, dan tidak lupa cuci tangan.

“Itu saja sekarang kuncinya melawan penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Lihat juga...