China: New Delhi Bertanggung Jawab Penuh Atas Ketegangan Perbatasan

Washington — Menteri Pertahanan China Wei Fenghe mengatakan kepada mitranya dari India Rajnath Singh bahwa New Delhi memikul tanggung jawab penuh atas ketegangan perbatasan saat ini, demikian menurut Global Times.

Surat kabar yang didukung negara China itu mengutip pernyataan Wei yang melakukan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan India Rajnath Singh di Moskow, Jumat.

Kementerian pertahanan India mengumumkan di Twitter bahwa pembicaraan itu berlangsung selama 2 jam 20 menit, tanpa memberikan rincian lebih jauh.

Dalam menyikapi ketegangan itu, Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat siap membantu menyelesaikan sengketa antara India dan China atas perbatasan pegunungan yang melintasi wilayah barat Himalaya.

Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa keadaannya “sangat tak menyenangkan,” seraya mengatakan bahwa kedua negara “sedang bertikai jauh lebih kuat daripada yang banyak orang ketahui.”

Kedua pihak mengerahkan kekuatan tambahan sepanjang garis batas setelah bentrokan pada Juni, yang menewaskan 20 tentara India dalam konfrontasi fisik jarak dekat.

Pembicaraan di Moskow pada Jumat, antara Menlu China dan India itu merupakan kontak politik tatap muka tingkat tertinggi sejak ketegangan meletup sepanjang perbatasan pegunungan yang disengketakan pada Mei.

Sumber pemerintah AS mengatakan kepada Reuters di Washington penilaian AS adalah bahwa baik China maupun India tak berminat mendorong pertikaian itu ke titik di mana mereka akan terlibat dalam peperangan.

Trump, yang ditanya tentang pertikaian itu pada pengarahan pers di Gedung Putih, mengatakan Washington sedang berbicara dengan kedua negara mengenai apa yang AS dapat lakukan untuk membantu meredakan situasi. itu.

“Kami siap membantu dengan hormat pada China dan India. Jika kami dapat melakukan sesuatu, kami akan suka terlibat dan membantu,” katanya.

Trump menawarkan menengahi dua negara yang memiliki senjata nuklir itu pada masa lalu. China mengatakan bahwa tak dibutuhkan pihak ketiga untuk jadi penengah dan India juga tampak dingin dengan gagasan mediasi itu. [Ant]

Lihat juga...