Covid-19 di Banyumas Meningkat, Penerapan Prokes Perlu Diperketat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas terus mengalami peningkatan yang cukup siginifikan. Guna memaksimalkan pencegahan, pembatasan kegiatan masyarakat kembali diperketat.

Dandim 0701/Banyumas, Letkol Inf. Candra, mengatakan, pencegahan Covid-19 di Kabupaten Banyumas mulai diterapkan seperti penanganan pada awal pandemi. Diantaranya, pembatasan kegiatan masyarakat diperketat. Seperti resepsi hajatan yang dilarang dan pemberlakuan jam malam juga akan diterapkan dengan tegas, disertai dengan sanksi.

“Jadi pola penanganan kembali ke awal saat pandemi, selain razia masker, pembatasan kegiatan masyarakat juga diperketat, termasuk pemberlakuan jam malam,” kata Dandim, Jumat (18/9//2020).

Lebih lanjut Dandim menjelaskan, kunci utama dalam pencegahan Covid-19 adalah penanaman disiplin kepada masyarakat luas untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) dimana pun berada. Dan dalam rangka membangun kedisiplinan tersebut, diperlukan tindakan tegas, termasuk adanya sanksi.

Untuk kewajiban menggunakan masker, misalnya, Dandim menyebut, sanksi denda saja bagi sebagian orang kurang memberikan efek jera, terlebih nilai denda tidak terlalu besar hanya maksimal Rp 50.000. Karena itu, perlu ditambah dengan sanksi sosial, seperti membersihkan tempat fasilitas umum, menyapu jalanan dan sejenisnya.

Pembatasan kegiatan masyarakat ini juga akan diikuti dengan razia, baik rutin ataupun insidental. Dalam waktu dekat, lanjut Dandim, juga akan digelar razia gabungan di wilayah perbatasan Banyumas. Razia tersebut untuk menertibkan protokol kesehatan di masyarakat sekaligus untuk menjaring Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Setelah semua diterapkan kembali, kita akan lakukan evaluasi per minggu, untuk mengetahui perkembangan kasus Covid-19. Diharapkan pengetatan ini bisa menekan penambahan kasus Covid-19,” tuturnya.

Terkait dibukanya kembali tempat karantina massal di GOR Satria, Dandim mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan 300 velbed yang siap didistribusikan ke lokasi karantina sewaktu-waktu. Termasuk keperluan untuk pendirian dapur umum serta personel yang siap diperbantukan.

Dan untuk memastikan keamanan anggota TNI selama bertugas di lapangan, Dandim mengatakan, seluruh anggota harus dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD), mulai dari masker, face shield serta sarung tangan.

“Dalam melakukan kegiatan penertiban di lapangan juga harus tetap menerapkan 3M yaitu menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan, karena siapapun sangat mungkin menjadi OTG, termasuk anggota TNI,” pesan Dandim.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, mengatakan, sampai hari ini jumlah kasus positif Covid-19 di Banyumas sudah mencapai 377 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 58 orang saat ini masih dalam perawatan dan 9 orang meninggal dunia. Untuk yang sudah dinyatakan sembuh ada 310 orang.

“Untuk kasus positif Covid-19, sekarang ini harus menjalani perawatan di rumah sakit dan tidak diperbolehkan lagi untuk isolasi mandiri di rumah, meskipun kondisinya sehat,” katanya.

Lihat juga...