Cuaca Ekstrem di Perairan Aceh Dipicu Sirkulasi Eddy

Ilustrasi - Sirkulasi Eddy ditandai petir di tengah awan mendung di pinggir pantai – Foto Ant

BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh menyatakan, keberadaan sirkulasi Eddy yang terjadi beberapa hari ke depan, memicu terjadinya cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan Aceh.

“Adanya sirkulasi Eddy di sebelah barat Sumatera timbulkan cuaca ekstrem di beberapa daerah, dan gelombang laut wilayah perairan Aceh,” ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi SIM Aceh, Zakaria Ahmad, Rabu (2/9/2020).

Fenomena pusaran Eddy telah menyebabkan terjadinya intensitas pembentukan awan-awan konvektif, yang dapat meningkatkan potensi awan hujan, terutama di sekitar bagian barat-selatan dan bagian tengah Aceh.

Kondisi cuaca tersebut mengakibatkan fenomena hujan lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang, baik di siang, sore hingga malam hari. Berpotensi terjadi di beberapa wilayah yang ada di Aceh. “Untuk hari ini (Rabu (2/9/2020), kita perkirakan dampaknya, seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Simeulue dilanda hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,” tuturnya.

Lalu pada Kamis (3/9/2020), diperkirakan dampaknya melanda wilayah Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Simeulue, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara. Dan pada Jumat (4/9/2020), dampak dari sirkulasi Eddy akan terjadi di Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara.

Menurut Zakaria, secara umum gangguan cuaca tersebut akan berpengaruh terhadap tingginya gelombang laut. Semuanya akibat dari hadirnya pusaran Eddy, yang merupakan sirkulasi tertutup atau tidak berbeda jauh dengan udara bertekanan rendah. “Waspadai potensi gelombang tinggi di perairan Aceh Jaya, barat-selatan Aceh, utara Sabang, Selat Malaka utara Aceh, Samudera Hindia barat Aceh, dan sekitarnya yang dapat mencapai tiga hingga empat meter lebih,” pungkas Zakaria Ahmad.

ebelumnya di 26 Agustus lalu, BMKG Kelas 1 SIM Aceh juga menginformasikan adanya potensi gangguan cuaca karena adanya sirkulasi udara. (Baca: https://www.cendananews.com/2020/08/ada-sirkulasi-siklon-aceh-berpotensi-alami-cuaca-ekstrem.html) (Ant)

Lihat juga...