Dampak Corona Harga Gurita di Ende, Turun

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

ENDE – Merebaknya pandemi Corona membuat harga jual gurita di penampung di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan menjualnya ke pabrik, menurun drastis. Sebelum Corona pun harganya juga telah mengalami penurunan.

Penurunan harga ini tergolong drastis mengingat sebelumnya di tahun 2018 harga jual gurita di penampung masih Rp40 ribu per kilogram dan turun menjadi Rp30 ribu per kilogram tahun 2019.

“Sekarang harga jual gurita di penampung masih Rp16 ribu per kilogram sejak merebaknya pandemi Corona awal tahun 2020 lalu,” kata Iksan Ahmad, nelayan pemancing gurita di Kampung Arubara, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, NTT,  Senin (14/9/2020).

Iksan mengatakan, para nelayan pun terpaksa menjual guritanya ke penampung yang ada di kampungnya yang masih mau membeli semua gurita dari nelayan tanpa melihat kualitas.

Dirinya mengaku tidak menjual ke pasar di Kota Ende dan lebih memilih menjual ke penampung yang ada di kampungnya karena uang langsung bisa diterima setelah dipotong utang milik nelayan.

“Kami berterima kasih karena ada penampung di kampung kami yang mau menyediakan kebutuhan rumah tangga kami meskipun kami tidak melaut. Saat mendapatkan gurita baru dipotong hutangnya,” ujarnya.

Iksan juga mengaku mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah dan uangnya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena pemasukan dari memancing gurita menurun drastis.

Sebelum harga jual gurita anjlok dia menyebutkan, bisa mendapatkan penghasilan hingga jutaan rupiah setiap minggu tetapi saat ini hanya memperoleh penghasilan ratusan ribu rupiah saja setiap minggu.

“Kita sebagai nelayan tentu berharap agar harga jual gurita bisa meningkat atau minimal sama dengan dua tahun lalu sehingga nelayan pemancing gurita bisa lebih sejahtera,” harapnya.

Sementara itu, nelayan pemancing gurita dari Desa Persiapan Maurongga, Kecamatan Nangapenda, Imran Tabri, mengaku dulu gurita hasil tangkapan dijual ke penampung di Kampung Arubara.

Nelayan pemancing gurita di Desa Persiapan Maurongga, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, NTT, Imran Tabri saat ditemui di pantai desanya, Senin (14/9/2020). Foto: Ebed de Rosary

Namun kini kata Imran, dirinya lebih memilih menjual gurita kepada pengendara yang lewat di jalan negara Trans Flores Ende-Ngada atau menjual kepada warung makan atau perorangan di pasar yang ada di Kota Ende.

“Sekarang lebih baik saya jual ke pengendara di jalan negara atau membawa ke Kota Ende dan menjual ke rumah makan atau di pasar. Kalau jual ke penampung harganya lebih murah,” sebutnya.

Imran berharap agar pemerintah bisa memperhatikan keluhan nelayan agar disampaikan kepada pabrik yang menampung hasil tangkapan gurita di Kecamatan Paga kabupaten Sikka agar bisa menaikkan harga beli.

Lihat juga...