Danny Rukmana-Raiyah Gelar Tradisi ‘Mitoni‘

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Danny Bimo Hendro Utomo (Danny Rukmana) dan Andi Raiyah Chitra Caesariah, kini tengah diselimuti kebahagiaan. Pasangan yang menikah pada 15 Februari 2020 ini tengah menanti kelahiran buah hati pertama mereka, yang kini masih berusia 7 bulan kandungan.

Memperingati momen tersebut, keluarga besar Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto), ibunda Danny Rukmana, menggelar prosesi adat Jawa, Mitoni.

“Mitoni atau tingkeban adalah tradisi selamatan masyarakat Jawa yang berasal dari kata ‘pitu’, yang berarti tujuh (pitulungan/ pertolongan). Berarti, serangkaian upacara adat ini baru bisa dilakukan pada usia kehamilan tujuh bulan,” ujar Retno Dewati, Pemandu Acara Mitoni pasangan Danny-Raiyah.

Menurutnya, hakikat dasar prosesi adat ini adalah sebagai ungkapan syukur kedua orang tua, karena telah diberikan keturunan dan sebagai permohonan keselamatan serta ketenteraman bagi si bayi kelak.

“Prosesi mitoni juga bisa diartikan sebagai ritual penyambutan atau peneguhan letak ruh pada bayi sesuai perhitungan Jawa,” tandas Retno.

Retno Dewati, Pemandu Acara Mitoni pasangan Danny Rukmana dan Andi Raiyah Chitra Caesaria, Sabtu (12/9/2020).  -Foto: Amar Faizal Haidar

Sebelum prosesi mitoni dimulai, Danny Rukmana terlebih dahulu menyampaikan kabar gembira dan bahagia itu selaku calon ayah, serta permohonan doa, agar bayi yang dikandung sang istri senantiasa sehat, dan kelak lahir sebagai putra-putri yang soleh-solehah, berbakti pada kedua orang tua, berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

Setelah mendengar kabar gembira, prosesi berlanjut dengan doa yang juga turut disampaikan para hadirin untuk keberkahan kandungan Raiyah.

Masuk ke prosesi mitoni, kegiatan diawali dengan sungkeman oleh Danny Rukmana dan Raiyah pada orang tua kedua belah pihak, yang bertujuan meminta doa dan restu, dan mengharapkan sentuhan yang sama tanpa beda kepada bayinya kelak.

Kemudian prosesi menuangkan air dari tujuh sumber yang terpilih ke dalam wadah air, yang bermakna merukunkan. Sehingga, kelak sang bayi diharapkan mampu menjadi pemersatu di tengah polemik, baik yang ada di keluarga, maupun di lingkungan tempatnya tumbuh.

Lalu, prosesi berlanjut ke acara siraman. Pada prosesi yang disebut juga denga racik tirto ini, siraman pertama dilakukan oleh Danny sebagai calon ayah dari anak yang dikandung sang ibu, dengan menyiramkan air yang sudah dicampur dengan bunga yang wangi.

Penyiraman dilakukan memakai batok kepala utuh yang sudah ada lubangnya. Hal ini melambangkan, agar anak bisa menggapai cita-cita setinggi mungkin layaknya pohon kelapa yang tinggi. Bayi juga diharapkan agar berguna seperti pohon kelapa, yang setiap bagiannya memiliki manfaat masing-masing. Sedangkan, batok kelapa yang sudah dilubangi melambangkan, bahwa bayi sudah siap dilahirkan.

Siraman selanjutnya dilakukan berurutan mulai dari ayah dan ibu Danny, yaitu Indra Rukmana dan Tutut Soeharto, ayah dan ibu Raiyah, H. Andi Abdussalam Tabusalla dan Hj. Andi Dalaisya Rifai, serta keluarga besar masing-masing.

Ketujuh siraman tersebut dilakukan perlahan, dibarengi doa-doa keselamatan bagi sang ibu dan bayi, serta doa agar sang anak kelak bisa dijauhkan dari segala keburukan.

Pecah Kendi

Pada prosesi ini, Danny Rukmana menyirami Raiyah air yang sudah diendapkan di dalam kendi. Hal ini bertujuan agar dijauhkan dari emosi-emosi jiwa. Setelah itu, Danny kemudian memecahkan kendi. Saat memecahkan kendi, ujung kendi tersebut pecah, itu artinya menurut adat ini, anak yang akan lahir berjenis kelamin perempuan.

Belah Cengkir

Lalu, ada prosesi penebasan kelapa yang dilakukan Danny Rukmana. Prosesi ini dilakukan juga untuk mengetahui jenis kelamin dari si jabang bayi atau disebut juga USG zaman dahulu. Kalau air kelapa yang ditebas muncrat ke atas, tanda akan lahirnya anak laki-laki. Jika air kelapanya rembes ke bawah, berarti anak yang akan dilahirkan berjenis kelamin perempuan. Prosesi ini dilakukan oleh calon ayah.

Perlu diketahui, acara mitoni ini hanya dihadiri oleh keluarga terdekat kedua pasangan. Acara juga dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari penyemprotan di bilik disinfektan, kemudian dilanjutkan dengan rapid test kepada seluruh hadirin dan dibagikan masker bagi setiap hadirin.

Lihat juga...