Dapoer Soslo, Realisasi Hobi jadi Bisnis Menjanjikan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Kreativitas dibutuhkan untuk bisa bertahan di tengah pandemi. Berawal dari hobi memasak, Dian Lifaniati mampu merealisasikan hobinya menjadi bisnis menjanjikan yang mampu meningkatkan ekonomi keluarga di tengah pandemi.

Ibu satu anak yang hobi memasak ini memilih sosis Solo sebagai bisnis kuliner pertama yang ditekuni. Keahlian Fani, sapaan akrabnya, dalam memasak terbukti dari tampilan serta rasa produk kulinernya. Ia memiliki resep tersendiri untuk membuat kulit sosis Solo yang lembut dan gurih.

Pelaku bisnis sosis Solo di Purwokerto, Dian Lifaniati, Selasa (29/9/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Kalau kuliner yang pertama adalah rasa, jadi semua saya buat sendiri, mulai membuat adonan untuk kulit sosis Solo sampai dengan isiannya. Semua bahan baku juga pilihan fresh karena akan berpengaruh terhadap hasil akhir,” tuturnya, Selasa (29/9/2020).

Terkait keberaniannya untuk memulai usaha kuliner dalam situasi pandemi ini, Fani mengatakan, ia optimis pasar kuliner tetap terbuka, meskipun tidak sepotensial saat kondisi normal. Sehingga, sepanjang hasil produk enak dan higienis, pasti akan diterima oleh pasar.

“Justru dalam situasi pandemi ini kita harus kreatif dan berani menangkap peluang. Untuk proses memasak, saya sangat mengedepankan protokol kesehatan, begitu pun dalam pengemasan dan pengiriman sampai ke tangan konsumen,” jelasnya.

Produk Dapoer Soslo ini memproduksi dua jenis sosis Solo, yaitu dengan isian pedas dan tidak pedas, serta ada yang kemasan siap goreng dan ada yang sudah digoreng.

Untuk kemasan yang sudah matang harganya Rp 25.000 per bungkus berisi 10 buah sosis Solo. Dan untuk yang belum digoreng hanya dipatok harga Rp 20.000 per bungkus. Ditambah bonus, untuk pemesanan di wilayah Kota Purwokerto, akan diantar sampai di rumah tanpa biaya tambahan.

Dalam hal pemasaran, Fani bersinergi dengan suaminya, Lilik Darmawan. Keduanya aktif mempromosikan produknya melalui media sosial maupun grup-grup whatsaap. Pemesanan ditawarkan sehari sebelum produksi, misalnya produksi hari Rabu, maka hari ini pemesanan mulai ditawarkan. Sehingga produksi selalu sesuai dengan pesanan dan langsung habis.

“Kita baru memulai usaha kecil-kecilan, jadi hanya menerima order pemesanan, kemudian kita antar. Dalam satu minggu kita produksi 3-4 kali dan untuk satu kali produksi biasanya sampai 20-30 bungkus,” kata Lilik.

Dengan tagline ‘Rasa Tak Pernah Dusta’, saat ini sosis Solo buatan Fani sudah menembus pasar berbagai kalangan. Mulai dari perkantoran pemerintah, perkantoran swasta, ibu rumah tangga, hingga komunitas-komunitas yang aktif di medsos.

Salah satu pelanggannya, Eviyanti mengatakan, sosis Solo produksi Dapoer Soslo sangat beda dengan sosis Solo yang banyak dijual di toko-toko makanan. Menurutnya, isi sosis Solo lebih banyak, padat dan rasanya juga lebih mantap.

“Walaupun kita goreng pagi dan baru dimakan siang atau sore misalnya, kulit sosis Solonya tetap lebut dan kenyal, sama sekali tidak mengeras,” tuturnya.

Lihat juga...