Dari Hobi Helena Kembangkan Usaha Sepatu Lukis

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Berawal dari kegemarannya dalam seni melukis, Helena Alfionitasari Suryawijaya (23) kini sukses mengembangkan usaha sepatu lukis ‘Utapes Paint’. Usaha yang dinilai masih cukup menjanjikan di tengah pandemi covid-19.

Diceritakan, sudah sejak 2014 Helena,  mahasiswi semester akhir jurusan pendidikan seni rupa murni Universitas Negeri Malang ini,  mulai menekuni pembuatan sepatu lukis. Dari tangannya, sudah banyak desain-desain menarik yang tercipta.

“Sejak lama hobi menggambar, tapi baru ketika duduk di bangku SMA, ada guru kesenian yang mengarahkan untuk mengembangkan hobi saya ke dunia bisnis. Dari situ kemudian tercetuslah ide untuk membuat sepatu lukis Utapes Paint,” ceritanya saat ditemui di rumahnya yang berlokasi di jalan Candi, Karangbesuki, kecamatan Sukun, kota Malang, Kamis (3/9/2020).

Pada awal menekuni usaha sepatu lukis, Helena menjadikan sepatu-sepatu miliknya untuk dilukis dan dipromosikan kepada teman-teman. Ternyata banyak dari mereka yang memberikan respon positif.

Beberapa sepatu lukis Utapes Paint buatan Helena, Kamis (3/9/2020). Foto: Agus Nurchaliq

“Banyak teman-teman yang tertarik dan kemudian mencari sepatu-sepatu lama mereka yang tidak terpakai untuk saya lukis,” kenangnya.

Lebih lanjut dia mengaku, dengan adanya pandemi covid-19 seperti sekarang, tidak banyak berpengaruh terhadap usaha yang ia tekuni tersebut, bahkan pesanan sepatu lukisnya semakin meningkat. Hal ini karena tidak terlepas dari semakin gencarnya brand sepatu lokal yang memproduksi sepatu polos. Mereka mengkhususkan sepatu polos yang bisa di-custome paint.

“Sebelum pandemi, konsumen yang datang 50 persen biasanya untuk cuci atau reparasi sepatu, dan 50 persen custome paint sepatu. Tapi sekarang pada saat pandemi, konsumen yang datang 20 persen biasanya untuk cuci atau reparasi sepatu, dan 80 persen custome paint sepatu,” sebutnya. Hingga saat ini Utapes Paint masih kerap mendapatkan pesanan dari berbagai daerah di Indonesia, imbuhnya.

Terkait harga, Helena mematok harga berdasarkan tingkat kerumitan desain yang dipesan. Begitu pula dengan lama proses pembuatannya.

“Harga mulai 200 ribu sampai dengan jutaan rupiah, tergantung kerumitan dan detail desain yang dipakai. Kami membebaskan konsumen untuk memakai desain apapun sesuai budget konsumen,” terangnya. Jika desainnya rumit, bisa menghabiskan waktu paling lama dua minggu. Tapi kalau desain sederhana, cukup satu minggu atau bisa juga kurang dari itu, tandasnya.

Menurutnya, sepatu lukis yang ia produksi tidak memerlukan perawatan khusus. Cukup dicuci dan dikeringkan.

“Warnanya tidak mudah pudar karena saya memakai cat khusus bekerjasama dengan salah satu perusahaan cat,” ujarnya. Cat ini bisa digunakan untuk berbagai jenis bahan sepatu mulai sepatu kain sampai sepatu kulit, tandasnya.

Sementara itu dari hasil usahanya tersebut, Helena bisa memperoleh omzet 5-10 juta per bulan, tergantung sedikit banyaknya jumlah pesanan.

“Dari hasil usaha Utapes Paint ini, bisa saya gunakan untuk membiayai biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari,” ungkap anak pertama dari dua bersaudara tersebut.

Lihat juga...