DCML Cilongok Bersiap Tambah Usaha Cafe

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas terus melebarkan sayap usahanya. Dalam waktu dekat desa binaan Yayasan Damandiri ini akan menambah usaha baru, yaitu cafe.

Lokasi cafe berada di kawasan Dapur Komunal Cilongok. Bangunan utama sudah berdiri, dilengkapi dengan outdoor yang cukup luas serta pemandangan hamparan kebun sayur di sekitarnya.

Kepala Pengelola Dapur Komunal Cilongok, Tri Riyanto mengatakan, konsep yang diusung adalah cafe outdoor, sehingga ruangan ourdoor lebih luas. Dan cafe ini akan menjual hasil olahan-olahan dari dapur komunal. Seperti lele, susu kambing dan gula kristal.

“Jadi cafe ini nantinya akan menjadi tempat untuk menjual hasil dari dapur komunal, misalnya aneka hidangan dari lele, kemudian susu kambing Saanen serta gula kristal organik yang dikemas dengan berat 250 gram akan kita pajang di cafe,” jelasnya, belum lama ini.

Kepala Pengelola Dapur Komunal Cilongok, Tri Riyanto di kantornya, Kamis (27/8/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Untuk modal awal cafe, pihak Koperasi Utama Sejahtera Mandiri mengajukan anggaran Rp300 juta ke pihak Yayasan Damandiri. Dana tersebut antara lain dipergunakan untuk membeli perlengkapan cafe, seperti alat memasak, gelas, piring, kursi-kursi dan perlengkapan lainnya.

“Kalau untuk bangunan cafe sudah masuk dalam proses pembangunan Dapur Komunal Cilongok, sehingga modal awal hanya untuk perlengkapan cafe saja,” kata Tri Riyanto.

Saat ini pihak Koperasi Utama Sejahtera Mandiri tengah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan dipekerjakan di cafe. Pengumunan lowongan pekerjaan sudah diumumkan dan sudah ada beberapa orang yang mendaftar.

Selain persiapan SDM, koperasi bersama Yayasan Damandiri juga masih terus mengkaji produk-produk yang akan dijual di cafe. Sebab harus disesuaikan dengan lokasi cafe yang berada di tengah perkebunan serta di luar Kota Purwokerto. Sehingga lokasi cafe jauh dari pusat keramaian.

Sementara itu salah satu pekerja yang memelihara lele, Arif, warga Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok mengatakan, saat ini usia lele jenis Mutiara yang dibudidayakan di dapur komunal sudah masuk usia tiga bulan. Lele tersebut baru siap untuk dipanen satu bulan lagi.

Untuk menyuplai kebutuhan cafe nantinya, dipastikan lele sudah siap panen. Stok lele juga cukup banyak, karena budidaya lele dibagi menjadi tiga yaitu pembibitan, pembesaran dan lele konsumsi.

“Sangat siap untuk menyuplai kebutuhan cafe di sini, karena kita membudidayakan lele sebanyak 26.000 ekor dan ada yang khusus dibudidayakan untuk lele konsumsi,” tuturnya.

Lihat juga...