Desa Sukatenang di Bekasi Sejak 1980 Kesulitan Air Bersih

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Sejak 1980, warga di Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi,  Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sudah mengalami kesulitan air bersih. Namun, kondisi itu berubah ketika  penyodetan Kali Bekasi untuk membuat kali Cikrangan Bekasi Laut (CBL), dilakukan.

Pengakuan warga setempat, sebelum dilakukan penyodetan, wilayah desa tersebut air cukup berlimpah dan warga di Desa Sukatenang tidak kesulitan mendapatkan air bersih.

Perubahan itu juga berdampak pada ladang-ladang mereka tidak bisa digarap lagi, karena menjadi rawa-rawa, kondisi parah terjadi ketika memasuki musim kemarau kekeringan dan kesulitan air pun menjadi persoalan hingga saat ini.

Tapi, sekarang kesulitan air bersih di desa Sukatenang selama 40 tahun setidaknya sedikit terbantu oleh Pondok Sedekah Indonesia bersama dengan CSR PT Pasifik Satelit Nusantara, dengan membuat sumur air bersih untuk warga setempat.

Kepala Divisi Program Pondok Sedekah Indonesia, Anton Budi Purnomo, mengatakan pembangunan sumur bor sengaja dipusatkan di Musholla Nurul Iman, Kampung Babakan RT. 01/02, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi.

Dia berharap, sumur bor tersebut bisa digunakan sebaik-baiknya oleh masyarakat setempat, dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan keperluan ibadah.

“Harapan saya, semoga bisa memberi manfaat bagi warga. Tentunya ke depan harus dijaga dengan baik, agar bisa digunakan secara terus menerus,” ujarnya.

Ketua RT setempat, Misun, mengatakan selama ini sumur-sumur di masa kemarau sekarang, mengalami kekeringan dan airnya menguning, karena tercampur lumpur, dan tetap dimanfaatkan untuk mandi hingga mencuci oleh warganya.

“Di sini sangat sulit air bersih, apalagi saat musim kering. Tidak hanya bertani, buat mandi dan wudhu saja susah,” kata Misun.

Untuk mendapatkan air bersih, tambahnya, warga harus mencari ke desa sebelah dengan membeli air minimal lima jerigen sehari dengan harga Rp15.000.

“Artinya, kami minimal menghabiskan Rp450 ribu per bulan untuk air. Ini terjadi sejak 1980 hingga sekarang,” jelas Misun.

Donasi Sumur Bor melalui CSR tersebut disambut gembira warga setempat, bahkan Samsuri selaku Ketua RW 02, terlihat sumringah menunjukkan kegembiraannya dalam acara peresmian Sumur di Kampung Babakan.

“Alhamdulillah, harapan kami untuk mendapatkan air bersih telah terkabulkan. Kami sangat berterima kasih. Semoga bisa dengan air bersih kehidupan kami bertambah sehat,” kata Samsuri.

Lihat juga...