Di 2020 Ini Basarnas Kendari Sudah Menangani 33 Kecelakaan Kapal

Operasi SAR terhadap kecelakaan kapal tenggelam di Perairan Pulau Mapur, Bintan, Kepri. (Foto Dok CDN

KENDARI – Badan Pertolongan dan Pencarian (Basarnas) Kendari di 2020 ini telah menangani 33 kecelakaan kapal atau kecelakaan di kawasan perairan Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Untuk tahun ini, mulai Januari hingga September, sudah ada kejadian lebih kurang 33 kecelakaan kapal atau kecelakaan di perairan,” kata Kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi, di sela sosialisasi pelatihan SAR kepada 45 potensi SAR di Kendari, Senin (14/9/2020).

Di 2019, Bbasarnas Kendari mencatat, ada 75 kecelakaan kapal yang harus ditangani. Pemberian pertolongan kepada korban kecelakaan kapal di perairan, bukan hanya tanggung jawab Basarnas. Seharusnya, seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk melaksanakan tugas kemanusiaan tersebut.

Kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi – Foto Ant

“Ini tentu memerlukan tanggung jawab kita bersama, bukan hanya Basarnas saja, tapi seluruh pemangku kepentingan yang ada di Sulawesi Tenggara untuk bersinergi dan bekerja sama dalam melaksanakan tugas kemanusiaan, khususnya penanganan pencarian pertolongan dan penyelamatan terhadap kecelakaan yang terjadi di kapal atau di lautan,” tandas Aris.

Aris menyebut, selama ini pihaknya terkendala tidak adanya alat deteksi dini. Sehingga pihaknya kesulitan ketika mencari titik lokasi kejadian kecelakaan.  “Kendala yang kami hadapi selama melaksanakan upaya pencarian dan pertolongan atau operasi SAR untuk menentukan lokasi atau titik di mana kejadian itu terjadi, salah satu penyebabnya adalah kapal-kapal nelayan tidak dibekali dengan peralatan komunikasi, peralatan navigasi, sehingga ibarat kita mencari jarum di tumpukan jerami,” jelas Aris.

Senin (14/9/2020) Basarnas Kendari menyosialisasikan cara deteksi dini dan pelatihan SAR kepada 45 orang potensi SAR dari berbagai unsur. Baik instansi pemerintah, swasta hingga TNI-Polri. Mereka mendapatkan penjelasan, bagaimana cara menggunakan alat-alat deteksi dini, serta bagaimana Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan pertolongan dan penyelamatan korban bencana atau kecelakaan. (Ant)

Lihat juga...