Dibuka Kembali, Seperti ini Harapan Pengelola Warung Makan Bu Fat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Deretan papan ucapan berjejer rapi di sepanjang jalan menuju warung kepala manyung Bu Fat di Kelurahan Krobokan, Semarang Barat, Senin (21/9/2020). Tidak hanya itu, tenda deklit pun terpasang di depan warung, dengan sejumlah kursi.

Belum cukup rasanya kemeriahan ini, jika tanpa kehadiran menu khas legendaris warung makan tersebut, kepala manyung. Maka tidak mengherankan, jika sebaskom besar kepala manyung pun disajikan.

“Ya, hari ini (senin-red), kita tasyakuran, sebelum dibuka kembali besok pagi (selasa-red). Ini sebagai bentuk syukuran dan doa bersama, setelah dua minggu warung makan Bu Fat ini ditutup. Kami ingin sampaikan bahwa sekarang sudah aman,  tempat sudah disterilkan, protokol kesehatan juga diterapkan,” papar perwakilan pengelola warung, Teguh Sutrisno.

Pihaknya juga memastikan sudah menerapkan protokol kesehatan di warung tersebut. Dari pantuan, meja kursi yang ditata di dalam warung juga sudah diberi jarak. Dari kapasitas 100 orang, sudah dikurangi separuhnya.

Selain itu, pengelola juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi setiap pengunjung yang datang. Selain wajib memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, pihaknya juga akan mengukur suhu tubuh setiap pengunjung. “Sekarang wajib pakai masker, yang tidak pakai masker tidak akan dilayani,” tandasnya.

Teguh berharap konsumen tidak perlu takut untuk datang dan makan di warung tersebut, meski pihaknya juga menyiapkan layanan bungkus. “Harapannya seperti itu, konsumen tetap datang lagi,” imbuhnya.

Sementara, Camat Semarang Barat Heru Sukendar, menjelaskan jika umumnya lokasi yang terpapar covid-19 disterilkan hanya dalam waktu tiga hari, di warung makan Bu Fat tersebut, sampai dua minggu.

“Jadi, lokasi warung ini, selama ditutup setiap hari disemprot disinfektan. demikian juga dengan pengelola dan karyawan, juga sudah di swab dan hasilnya non reaktif. Dipertegas dengan surat keterangan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang,” jelasnya.

Ditandaskan, warung makan Bu Fat, bukan hanya jadi ikon kuliner Kota Semarang, tapi sudah menasional. Jika kemudian covid-19, sempat mampir di warung tersebut, hal ini menjadi pembelajaran pengelolanya.

“Kini sudah ada perbaikan, protokol kesehatan sudah diterapkan dengan baik, ada pengawasan juga dari pihak Puskesmas Krobokan. Insya Allah, dengan segala upaya ini, pencegahan penularan covid-19 bisa optimal,” pungkasnya.

Lihat juga...