Dinkes Semarang tak Layani Permintaan Tes Covid-19 Perseorangan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Dinas Kesehatan Kota Semarang memastikan tidak melayani permintaan tes covid-19 secara perseorangan atau mandiri. Sejauh ini, tes yang dilakukan baik rapid test atau swab, hanya diperuntukkan bagi kontak erat pasien positif covid-19.

“Kita pastikan tidak melayani permintaan tes covid-19 secara perseorangan. Masyarakat yang ingin melakukan tes, bisa langsung datang ke rumah sakit, laboratorium atau layanan kesehatan, yang memiliki fasilitas tersebut,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam di Semarang, Jumat (4/9/2020).

Sejauh ini, pihaknya hanya mengeluarkan keterangan hasil swab atau rapid test yang dilakukan secara acak dan sampling di tempat umum yang berisiko terjadi penyebaran covid-19, serta kontak erat pasien positif covid-19.

Selain itu pihaknya juga mengeluarkan keterangan hasil pemeriksaan dari orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang berada di rumah isolasi di Balai Diklat dan rumah dinas Wali Kota Semarang dengan kriteria tertentu.

“Jika masyarakat ingin melakukan rapid atau swab tes, bisa dilakukan secara mandiri. Biaya yang dibebankan juga sudah diatur oleh pemerintah, sehingga diharapkan tidak ada perbedaan,” terangnya.

Sesuai surat edaran (SE) Kemenkes Nomor: HK.02.02/1/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi bagi Pasien Mandiri, biaya untuk rapid test sudah ditetapkan sebesar Rp 150 ribu.

Sebelumnya, regulasi tersebut, dikeluarkan untuk menyamakan harga rapid test, dikarenakan adanya variasi harga yang berbeda-beda di masing-masing fasilitas kesehatan penyedia jasa rapid test.

Terpisah, Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, Susi Herawati memaparkan, sebagai rumah sakit rujukan, pihaknya juga menyediakan layanan rapid atau swab mandiri. Hal tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, surat keterangan bebas covid-19.

RSUD Wongsonegoro sebagai rumah sakit rujukan, juga melayani rapid dan swab tes mandiri bagi masyarakat. Layanan diberikan secara langsung maupun model drive thru, Jumat (4/9/2020). Foto: Arixc Ardana

“Mereka yang melakukan tes mandiri ini, umumnya akan melakukan perjalanan dinas, pendidikan, maupun untuk keperluan lain, sehingga membutuhkan surat keterangan bebas covid-19. Untuk bisa mendapatkan surat tersebut, tentu harus melalui rapid atau swab test. Surat diberikan jika hasilnya non reaktif,” terangnya.

Dijelaskan, untuk biaya rapid test pihaknya mengacu pada surat ederan Kemenkes, sementara untuk tes swab, Pemerintah Kota Semarang sudah mengeluarkan aturan melalui Peraturan Walikota (Perwal).

“Sesuai dengan Perwal Wali Kota Semarang, tarif swab mandiri sebesar Rp 1,175 juta. Biaya ini relatif mahal dibanding dengan rapid test, sebab menyesuaikan dengan kebutuhan alat serta pemeriksaan laboratorium,” terangnya.

Sejauh ini, sudah lebih dari 500 orang yang melakukan swab mandiri di rumah sakit tersebut. “Pelayanan swab mandiri ini bisa dilayani secara tatap muka, maupun dengan layanan drive thru. Jadi cukup di dalam mobil atau di atas kendaraan,” pungkasnya.

Lihat juga...