Dinkes Sikka Dampingi 2.000 Pelaku Perjalanan

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Semenjak dibuka arus transportasi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat banyak pelaku perjalanan dan pekerja dari luar NTT termasuk dari zona merah melakukan perjalanan dan kembali ke Sikka.

Kondisi ini membuat Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka harus melakukan pendampingan terhadap para pelaku perjalanan yang datang ke Kabupaten Sikka.

“Saat ini kami sedang melakukan pendampingan terhadap 2.000 pelaku perjalanan yang datang ke Kabupaten Sikka, “ kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, Jumat (4/9/2020).

Petrus mengatakan, para pelaku perjalanan ini tersebar di beberapa kecamatan dan sedang menjalani karantina mandiri di rumah mereka masing-masing, sementara total pelaku perjalanan sebanyak 18 ribu orang sejak pertengahan Maret 2020.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus saat ditemui, Jumat (4/9/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Meskipun Kabupaten Sikka merupakan salah satu daerah di NTT yang memiliki kasus tertinggi 28 orang positif Covid-19, namun kata Petrus, tidak ada korban jiwa dan semuanya sembuh setelah menjalani perawatan di ruang isolasi.

“Dari sebanyak  28 kasus yang dinyatakan positif  Covid-19, kami bersyukur karena semuanya sudah sembuh dan tidak ada yang meninggal. Saat ini kita sudah memasuki zona hijau dan saya berharap agar kita semua tetap mentaati protokol kesehatan,” pintanya.

Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Penyakit Infeksi Emerging (Covid-19, Sars dan Mers) RS TC Hillers Maumere, dr. Asep Purnama mengharapkan agar segenap masyarakat terutama warga NTT agar mewaspadai migrasi penduduk yang gencar dari luar daerah ke NTT termasuk Kabupaten Sikka.

Asep mengatakan, banyak pelaku perjalanan yang berasal dari luar NTT berasal dari zona hitam dan zona merah sehingga kita perlu mewaspadai adanya migrasi terbuka ini agar jangan ada

“Warga diminta untuk terus mewaspadai migrasi penduduk dari zona merah dan zona Covid-19 dengan dibukanya transportasi umum baik laut, darat dan udara,” ungkapnya.

Asep menegaskan, manusia merupakan kendaraan virus conona bergerak menyebar ke seluruh dunia, termasuk Sikka dan saat ini NTT dikelilingi oleh daerah dengan kasus Covid1-19.

Mantan Direktur RS TC Hillers Maumere ini menegaskan bahwa pada prinsipnya setiap pelaku perjalanan yang masuk ke Sikka mesti melakukan karantina mandiri dengan benar dan disiplin.

“Bila ada pelaku perjalanan yang muncul gejala Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) akut maka segera lapor ke Puskesmas terdekat atau Call Center Gugus Tugas,” katanya.

Lihat juga...