Diprotes, Penutupan Jalan Cendana Raya di Jakapermai Bekasi Dibatalkan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Rencana penutupan secara permanen Jalan Cendana Raya di Komplek Jakapermai RW 06, Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, akhirnya dibatalkan.

Edi Djunaidi Lurah Jakasampurna, memberi keterangan usai memediasi kedua RW di lingkungannya. Ia menegaskan kesepakatan tidak ada penutupan permanen, jalan Cendana Raya, Kamis (10/9/2020). Foto: Muhammad Amin

Hal tersebut setelah mendapat protes warga Kampung Pulo Gede, RW 011 yang keberatan dengan wacana tersebut. Pihak kelurahan juga segera mengambil tindakan dengan melakukan evaluasi terkait penutupan karena Covid-19.

“Intinya semua pihak sudah sepakat dan tidak ada penutupan permanen Jalan Cendana Raya di Komplek Jakapermai tersebut,” ungkap Edi Djunaidi Lurah Jakasampurna, usai memfasilitasi pertemuan kedua RW tersebut, Kamis (10/9/2020).

Ditegaskan, jalan Cendana Raya di komplek Jakapermai merupakan jalan kolektor primier dengan klasifikasi kelas tiga sebagai jalan penghubung antara pusat kegiatan wilayah dan nasional.

Artinya sambung Edi, untuk menutup jalur tersebut secara permanen memerlukan proses panjang, tidak serta merta dilakukan penutupan secara sepihak oleh penghuni komplek. Namun demikian diakuinya jalan itu sudah enam bulan ditutup permanen akibat Covid-19.

Penutupan tersebut diketahui merupakan hasil kesepakatan bersama antara RW 011 dan RW 06A dengan alasan antisipasi penyebaran virus Corona. Tapi di pertengahan warga RW 011 dihebohkan dengan rumor akan dilakukan penutupan secara permanen dan hal ini menimbulkan protes warga.

“Kelurahan akan segera melakukan evaluasi, terkait penutupan yang terjadi sekarang, apakah masih diperlukan atau tidak. Tapi saya pastikan tidak ada penutupan permanen Jalan Cendana Raya tersebut,” tegasnya usai mempertemukan kedua RW tersebut.

Proses mediasi dilakukan itu untuk mencari titik terang, agar situasi tidak tambah memanas. Tapi dari RW 06A hanya dihadiri Ketua RT. Lurah Edi, juga meminta spanduk penolakan penutupan permanen di ujung jalan Cendana Raya segera di turunkan.

Dalam pertemuan tersebut Ketua RT 011, Novi Yanto menegaskan, warga memprotes rencana penutupan permanen tersebut. Pasalnya berimbas kerugian bagi warga di RW0 11 karena harus memutar jauh jika menuju ke jalan Nasional seperti Kali Malang.

Pihak RT perwakilan dri RW 06A, dalam penyampaiannya menegaskan, warga di kompleknya sudah sepakat batal untuk melakukan penutupan jalan. Mediasi tersebut berlangsung alot karena masing-masing pihak bertahan dengan argumennya. Tapi oleh pihak Binmas bisa dinetralisir hingga menghasilkan kesepakatan.

Kesepakatan tidak ada penutupan permanen, tapi warga RW 011, meminta agar penutupan yang sekarang berlangsung bisa segera dibuka, karena banyak komplek yang memportal daerahnya saat ini sudah bisa dilintasi.

Lihat juga...