Distribusi Tidak Tepat Sasaran, Pupuk Bersubsidi Langka

Stok pupuk urea dan NPK subsidi di gudang PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang – foto Ant

JAKARTA – Kelangkaan pupuk subsidi di tengah masyarakat, dinilai karena masalah distribusi yang tidak tepat sasaran. Selain juga dipengaruhi oleh pengurangan anggaran subsidi pupuk di APBN.

“Anggaran subsidi dikurangi, di 2020 ini hanya Rp26,3 triliun, sebelumnya Rp29 triliun,” kata Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bustanul Arifin, di Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Menurutnya, pemerintah akan kembali mengurangi subsidi pupuk. Hal itu dilakukan dengan alasan untuk menutupi defisit anggaran. “Dikurangi Rp3 triliun di 2020 ini saja, sudah terlihat di lapangan mengalami kelangkaan,” tuturnya.

Karenanya, dia berharap pada DPR untuk memperjuangkan anggaran yang ideal subsidi pupuk bagi petani. Serta mendorong pemerintah untuk membenahi masalah distribusi. “Jadi, ini memang persoalan yang terjadi di tingkat lapangan dan juga tingkat kebijakan. Saya minta DPR tetap memperjuangkan hal ini, jangan petani dikorbankan,” pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo memastikan, ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani, khususnya di Kalimantan Selatan cukup bahkan stok berlebih. Ia sempat mengatakan, pupuk subsidi di Indonesia dalam keadaan yang cukup, dan tidak kekurangan stok. (Ant)

Lihat juga...