DIY Waspadai Mobilitas Masyarakat dari Daerah Episentrum COVID-19

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DIY, Biwara Yuswantana, saat ditemui di Gedhong Pracimasana, Kantor Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (25/6/2020) – Foto Dok Ant

YOGYAKARTA – Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat, yang datang dari daerah episentrum COVID-19. Hal tersebut dilakukan dengan memperketat penegakan protokol kesehatan.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DIY, Biwara Yuswantana mengemukakan, saat ini DIY dikelilingi daerah episentrum COVID-19 yaitu, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Banten. “Tentu kalau di Jawa, potensi mobilitas orang keluar masuk dari daerah-daerah episentrum tinggi,” ungkapnya, Rabu (16/9/2020).

Karena dikelilingi daerah sebagai episentrum COVID-19, Biwara menyebut, DIY harus melakukan pengetatan kembali. Terlebih setelah adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, diyakini membuat banyak kegiatan seperti pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran (MICE), cenderung menarik untuk digelar di DIY. “Ada kecenderungan kegiatan-kegiatan itu menarik untuk diadakan di Yogyakarta seperti rapat dinas, FGD, kemudian pertemuan-pertemuan lainnya,” tandasnya.

Meski berpeluang menjadi penggerak perkonomian di DIY, peningkatan mobilitas masyarakat dari daerah episentrum tersebut juga berpotensi memicu peningkatan kasus di DIY. Oleh sebab itu, diperlukan upaya sinergi secara berjenjang di bidang penegakan hukum, untuk memperketat penerapan protokol kesehatan. “Di provinsi ada Polda, Korem, Satpol PP dan di kabupaten ada Kodim, Polres untuk ada langkah-langkah yang sinergis, boleh dikatakan sama dalam penegakan hukum,” tandasnya.

Selain itu, diharapkan kebijakan antarkabupaten diberlakuka hal yang sama, sehingga bisa mengedukasi hal yang sama dalam menegakkan protokol kesehatan. “Karena Pak Wagub menyampaikan bahwa apapun sumber daya pemerintah TNI/Polri ada keterbatasan, termasuk kalau sampai kasusnya meningkat sumber daya layanan kesehatan juga ada batasnya. Kuncinya kemudian adalah ada pada kesadaran masyarakat,” pungkas Biwara. (Ant)

Lihat juga...