DKI PSBB, Pedagang di Pasar Minggu Nyatakan Tetap Berjualan

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Sejumlah pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, akan tetap berjualan, meski kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diterapkan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Senin (14/9/2020) besok.

Yanti (52), salah seorang pedagang setempat mengaku tidak terlalu khawatir dengan penyebaran Covid-19. Pasalnya, dia beserta para pedagang lainnya di Pasar Minggu selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kita di sini tidak melayani pembeli yang tidak menggunakan masker. Dan, antara pedagang dan pembeli pun selalu menjaga jarak,” ujar Yanti, saat ditemui di lapaknya, Minggu (13/9/2020).

Selain itu, berkaca dari pengalaman PSBB sebelumnya, di saat awal penyebaran Covid-19 di Jakarta, aktivitas jual-beli di Pasar Minggu, khususnya yang di dalam gedung dan kios tidak pernah dihentikan.

Yanti, pedagang Sayur di Pasar Minggu, Jaksel, saat sedang melayani pembeli, Minggu (13/9/2020). – Foto: Amar Faizal Haidar

“Sejak awal Covid-19 memang ngga pernah ditutup. Karena dari pihak pasar juga menyediakan fasilitas penunjang protokol Covid-19, seperti tempat cuci tangan, dan juga petugas cek subu tubuh,” kata Yanti.

Lebih lanjut, Yanti mengaku keberatan bila aktivitas jual-beli di Pasar Minggu dihentikan. Menurutnya, sejak adanya Covid-19, pengasilannya dan juga kebanyakan pedagang lain merosot tajam. Untuk itu, Yanti berharap pemerintah tidak malah mematikan pendapatan pedagang dengan menutup pasar.

“Pokoknya pendapatan kita menurun. Ini berat buat kita. Tapi, lebih berat lagi kalau sampai ditutup. Nggak sangguplah kita ini,” cetus Yanti.

Hal senada juga diutarakan Mariam (37), pedagang ikan setempat. Ia bahkan mengancam akan tetap berjualan, meski dilarang. Mariam menyebut, berdagang adalah satu-satunya sumber penghasilan dia untuk menghidupi keluarga. Bila itu dihentikan, maka akan berdampak parah baginya.

“Saya sih ga mau pusing, jualan terus. Kan yang penting jaga jarak. Kalau pun kena virus ya emang udah takdirnya begitu. Mati juga udah takdir. Tapi kalau usaha kita dihentikan, itu bukan takdir. Kita harus lawan,” tukas Mariam.

Lihat juga...