DLH Pesisir Selatan Optimalkan Pengurangan Timbunan Sampah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PESISIR SELATAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menargetkan hingga pada tahun 2025 mendatang dapat mengurangi timbunan sampah di daerah itu hingga tuntas 100 persen.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah D3 dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Pesisir Selatan, Darpius Indra, mengatakan, untuk mencapai target itu, Pemkab Pesisir Selatan mengharapkan dukungan dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Ia juga menyebutkan bahwa  komitmen dalam mengurangi timbunan sampah sampai ke TPA terpilah hingga 100 persen pada tahun 2025 dapat tercapai adalah  agar daerah Sumatera Barat benar-benar terlihat bersih.

“Upaya itu akan tercapai, sebab sekarang sebesar 70 persen produksi sampah masyarakat telah terpilih. Berdasarkan hal itu, sisanya tinggal sebesar 30 persen lagi,” kata dia, Rabu (16/9/2020).

Dia menjelaskan untuk menjalankan komitmen untuk mengurangi timbunan sampah di TPA tersebut, yakni dengan cara melakukan dua tahap proses pengurangan dan penanganan.

Menurutnya cara tersebut dianggap bagus sebagai pengurangan sampah dengan cara pembatasan sampah, pemanfaatan kembali, dan pendauran ulang. Sedangkan penanganan sampah dijalankan dengan tahapan pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, sampai proses akhir.

Dikatakannya bahwa salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai target itu adalah dari rumah tangga masyarakat yang memiliki halaman luas.

Pada pekarangan yang luas itu, dapat dibuat dua lobang untuk sampah organik dan non-organik, sehingga petugas kebersihan lebih mudah mengelola sampah sebelum diangkut ke TPA.

Artinya dengan dilakukan pemilahan sampah tersebut tentu mempermudah kerja petugas kebersihan. Karena antara sampah organik dan non-organik tidak bercampur lagi ketika dibuang ke TPA.

Sedangkan bagi rumah yang tidak memiliki halaman yang luas, bisa dibuat biopori. Jadi sampah organik nantinya akan dimasukkan ke lobang biopori tersebut dan setelah beberapa waktu akan habis menghasilkan pupuk.

“Menurut kami upaya ini sangatlah membantu penurunan sampah pada lingkungan masyarakat di daerah ini,” ujarnya.

Darpius Indra menjelaskan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa mengelola sampah itu sangatlah penting dalam menciptakan lingkungan bersih.

Bahkan pihaknya juga sudah melakukan kesepakatan dengan Kepala OPD, camat dan wali nagari melalui rapat, supaya masyarakat mengurangi pemakaian kantong plastik, dan memberikan keranjang yang ramah lingkungan.

“Harapan kami, masyarakat bisa mengurangi pemakaian kantong plastik, apalagi saat berbelanja ke pasar,” kata dia lagi.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, juga mendorong seluruh perangkat pemerintahan di daerahnya mulai dari desa benar-benar peduli dengan kebersihan lingkungan.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, dijumpai Cendana News, Rabu (16/9/2020)/Foto: M Noli Hendra

“Kalau kebersihan ini tidak dimulai dari desa dan bila bersihnya itu hanya di perkotaan saja, maka tidak bagus juga. Makanya penting dimulai dari bawah,” sebutnya.

Hendrajoni juga berharap agar kesadaran kebersihan yang telah dididik sejak dari sekolah melalui sekolah Adiwiyata juga dapat menjadi perpanjangan mulut sebagai sosialisasi terkait kebersihan lingkungan.

“Anak-anak di sekolah dapat membantu kita agar sosialisasi bisa menjangkau lebih luas,” harapnya.

Lihat juga...