DLH Sumbar: Proklim untuk Menunjang Penuruan Emisi GRK

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PESISIR SELATAN — Program Kampung Iklim (Proklim) Kampung Salido Kecil, Nagari Salido Sari Bulan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat baru saja dinilai Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya menekan emisi GRK (Gas Rumah Kaca).

Kasi Pemeliharaan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, Devi Hendra yang ditemui kantornya beberapa waktu lalu. Foto: M Noli Hendra

Kasi Pemeliharaan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, Devi Hendra, mengatakan, dengan adanya kampung iklim akan dapat mengurangi konsentrasi gas rumah kaca. Karena selama ini GRK telah mengakibatkan pemanasan global dan perubahan iklim yang mengancam kelangsungan hidup di bumi.

Ia menyebutkan, besarnya manfaat dari kampung iklim ini, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, Hendra berharap, nagari/desa bisa menerapkan sejumlah sistem tentang proklim.

Namun proses yang dilakukan itu, dari nagari/desa harus mengusulkan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat. Setelah di sana, akan dilakukan peninjauan di lapangan, guna mengetahui apakah sudah memenuhi indikator dalam proklim.

“Jadi untuk membuat suatu nagari/desa jadi kampung iklim itu, masyarakatnya harus kompak untuk mengusul nagari/desa nya jadi kampung iklim. Selanjutnya kita tinjau dulu, sudah memenuhi indikator apa belum, kalau sudah, barulah kita dari Dinas Lingkungan Hidup mengusulkannya ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” katanya, Rabu (9/9/2020).

Menurutnya, kampung iklim yang merupakan program dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ini, merupakan upaya untuk mengantisipasi persoalan perubahan iklim yang sudah menjadi fenomena lingkungan yang nyata dan diakui sebagai salah satu ancaman terbesar bagi kehidupan manusia.

Hal senada juga disampaikan Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Pesisisr Selatan, Darpius Indra. Ia mengatakan, nagari/desa itu merupakan sebuah kawasan kegiatan pembinaan Proklim untuk 2020 ini.

Ia menyebutkan Proklim bertujuan menunjang penurunan emisi GRK (Gas Rumah Kaca), sebab melalui kegiatan ini akan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perubahan dan dampak yang akan ditimbulkan dari perubahan iklim.

“Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap perubahan iklim, maka semua pihak akan terdorong untuk melaksanakan aksi yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat. Di samping itu juga berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi GRK,” katanya.

Dijelaskannya nagari yang dijadikan sasaran penilaian terus didorong berperan aktif ikut menjaga kelestarian lingkungan dengan tetap melakukan usaha-usaha atau kegiatan ekonomi tanpa mengabaikan hal-hal yang bisa berdampak terhadap perubahan iklim.

“Jadi sebetulnya, kepedulian terhadap lingkungan mestinya tumbuh secara sadar dari individu. Sikap inilah yang kemudian secara simultan dapat menyelamatkan lingkungan dari dampak buruk, seperti polusi udara, air atau menurunnya fungsi sumber daya alam,” tukasnya.

Ia mengungkapkan, penumbuhan kesadaran bagi pemeliharaan lingkungan butuh waktu dan energi, karena perlu upaya advokasi dan inisiasi dari berbagai pihak, tidak saja pemerintah, tetapi juga masyarakat dan komunitas peduli lingkungan.

“Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap perubahan iklim, maka semua pihak akan terdorong untuk melaksanakan aksi yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat,” ucapnya.

Lihat juga...