Dorong Sektor Ekonomi, Salurkan KUR Pelaku UMKM

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mendorong peningkatan sektor ekonomi dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Asdep Asuransi, Penjamin dan Pasar Modal Kemenkop UKM, Irene Swa Suryani mengungkapkan, total realisasi penyaluran KUR sampai dengan 30 Juli 2020 sebesar Rp93,53 triliun atau sebesar 53,1 persen dari target Rp176,22 triliun kepada 2.741.383 debitur.

Dengan rinciannya, KUR Mikro sebesar Rp83,80 triliun, dan KUR Kecil/khusus sebesar Rp19,044 triliun, dan KUR TKI sebesar Rp 0,267 triliun.

“Total realisasi subsidi KUR sampai dengan 31 Agustus 2020 sebesar Rp9,79 triliun atau sebesar 51,78 persen dari pagu anggaran Rp18,91 triliun,” ungkap Irene pada acara wibenar yang digelar BNI Syariah di Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Adapun rinciannya, sebut dia, subsidi IJP Rp156 miliar dari pagu Rp178 miliar, subsidi bunga KUR reguler Rp8,31 triliun dari pagu Rp13,77 T triliun, dan tambahan subsidi bunga KUR Covid-19 Rp1,32 triliun dari pagu Rp 4,96 triliun.

Pada saat ini telah terdapat 42 penyalur KUR yang terdiri dari 38 bank, satu LKBB (Lembaga Keuangan Bukan Bank), dan tiga koperasi. Sedangkan untuk penyalur KUR Syariah baru ada dua, yaitu BRI Syariah dan BPD NTB Syariah.

“Sehingga BNI Syariah menjadi penyalur KUR Syariah yang ketiga, dengan plafon penyaluran sebesar Rp 700 miliar,” ujar Irene.

Dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM telah membahas relaksasi kebijakan penyaluran KUR pada masa Covid-19. Juga membahas usulan skema KUR Super Mikro dan perubahan kebijakan KUR pada masa Covid-19.

Yakni kata dia, di mana keputusannya, skema KUR super mikro dengan suku bunga 0% sampai dengan 31 Desember 2020 dengan plafon maksimal Rp10 juta. KUR ini ditujukan untuk pekerja terkena PHK atau ibu rumah tangga yang melakukan usaha.

Sedangkan perubahan kebijakan tambahan subsidi bunga KUR pada masa pandemi Covid-19, dari yang sebelumnya 6 persen untuk tiga bulan pertama dan 3 persen untuk tiga bulan kedua, menjadi 6 persen sampai dengan 31 Desember 2020.

Adapun penundaan penetapan target penyaluran KUR sektor produksi sebesar minimal 60 persen.

Lihat juga...