Dosen IPB Ciptakan Obat Pelangsing Herbal Prolislim

JAKARTA — Peneliti sekaligus dosen di IPB University, Prof Dr Dyah Iswantini, berhasil menciptakan ramuan herbal Prolislim berbahan asam gelugur dan rimpang kunci pepet yang dapat menurunkan berat badan hingga 11,2 persen dalam 12 hari.

“Penelitian yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari tahun 2015 sampai dengan 2018 dan dilanjutkan pendanaan lanjutan untuk tiga tahun ke depan (2019-2022) ini telah menghasilkan luaran produk herbal pelangsing berbasis buah asam gelugur dan rimpang kunci pepet. Ijin edarnya dari BPOM sebagai Obat Tradisional (OT) dengan merk dagang ‘Prolislim’ yang diproduksi oleh mitra industri PT Indofarma Persero Tbk,” kata Dyah melalui keterangan pers, Selasa (15/9/2020).

Ia mengatakan bahwa serangkaian penelitian telah dilakukan, meliputi bioprospeksi atau penelusuran sistemik tanaman obat yang berkhasiat sebagai anti obesitas atau pelangsing, uji khasiat ekstrak tunggal dan formula gabungan ekstraknya.

Beberapa tanaman obat Indonesia seperti daun jati belanda, bangle, kemuning, daun asam jawa, asam gelugur, rimpang kencur, lengkuas dan kunci pepet, menurut dia, bisa dimanfaatkan sebagai anti obesitas dengan pendekatan penentuan daya inhibisinya terhadap enzim lipase pankreas secara in vitro.

Dan hasil penelitian yang ia lakukan menunjukkan bahwa formula pelangsing berbasis kunci pepet dan asam gelugur mampu menurunkan bobot badan hewan coba sebesar 11.22 persen selama 12 hari. Formula tersebut menunjukkan tidak toksik berdasarkan uji toksisitas akut.

Hasil penelitian anti obesitas tersebut telah memperoleh penghargaan dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi, RI bekerja sama dengan Business Innovation Center (BIC) sebagai salah satu dari 103 Inovasi Paling Prospektif Indonesia pada tahun 2011.

Selain itu formula pelangsing yang telah didaftarkan oleh tim peneliti untuk melindungi hak kekayaan intelektual penemu itu juga berhasil memperoleh anugerah paten, yaitu Sertifikat Paten Formula Ekstrak Asam Gelugur dan Kunci Pepet sebagai Pelangsing pada 4 Juni 2018.

Hasil penelitian tersebut diperkuat oleh hasil uji pasar I dan II oleh PT Indofarma Tbk. yang menunjukkan bahwa setelah tes dilakukan selama satu bulan, hasilnya menunjukkan ada penurunan lingkar pinggang pada responden perempuan dengan tingkat kepercayaan hingga 95 persen. Tes darah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap responden perempuan dalam beberapa hal yaitu kreatinin, ureum, glukosa, tensi atas dan bawah.

Dyah mengatakan bahwa secara tradisional, kunci pepet atau yang memiliki nama ilmiah kaempferia angustifolia roscoe telah banyak digunakan oleh masyarakat dan sudah banyak ditanam oleh para petani.

Sementara itu, asam gelugur atau garcinia atroviridis adalah tanaman tropis yang tumbuh menyendiri di hutan tropis. Tanaman tahunan itu menghasilkan buah yang bisa dipakai sebagai bahan obat pelangsing yang banyak dijumpai di Medan dan Aceh.

“Jadi semua tanaman penyusun formula pelangsing adalah tanaman yang mudah diperoleh di Indonesia bahkan merupakan tanaman asli Indonesia. Simplisia kunci pepet mudah diperoleh di penyedia jamu dan di supplier-supplier bahan jamu di Indonesia. Sedangkan simplisia asam gelugur diperoleh langsung dari Medan tetapi juga sudah dijual di beberapa supplier jamu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat produk Prolislim telah dikomersialisasikan dan bisa dibeli serta dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia untuk memberi pengaruh signifikan dalam penurunan bobot badan.

Target dari penelitian dua tahun ke depan (2022) adalah menghasilkan produk obat herbal pelangsing terstandar.

Dyah berharap obat herbal Prolislim dapat berkontribusi untuk meningkatkan nilai tambah biodiversitas Indonesia dengan menjadi penyedia obat kesehatan dan kecantikan bagi masyarakat Indonesia.

Ia juga berharap bahwa dengan beredarnya Prolislim tersebut, penderita obesitas di Indonesia semakin menurun.

“Hal ini merupakan partisipasi masyarakat Indonesia dalam menyukseskan program pemerintah yaitu saintifikasi jamu, atau pembuktian ilmiah terhadap jamu melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan yang telah dicanangkan sejak 2010. Selain itu, dengan membiasakan diri mengkonsumsi obat herbal yang berbasis tanaman obat asli Indonesia dapat meningkatkan posisi tawar Indonesia sebagai penghasil obat herbal di dunia dan meningkatkan nilai tambah tanaman obat Indonesia menjadi produk yang lebih bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Apalagi produk ini selain untuk kesehatan juga untuk kecantikan, jadi bisa mendorong masyarakat menjadi sehat dan cantik,” katanya. (Ant)

Lihat juga...