Dua Pondok Pesantren di Kebumen Terapkan Mikro Lockdown

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz di kantornya, Selasa (22/9/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

KEBUMEN — Pasca 52 santri dinyatakan terpapar Covid-19, dua pondok pesantren di Kebumen, Jawah Tengah diterapkan mikro lockdown. Semua kegiatan diminta untuk dihentikan selama 14 hari ke depan dan seluruh penghuni wajib mengikuti swab test.

Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz selaku ketua gugus tugas penanggulangan Covid-19 meminta agar penanganan kasus Covid-19 di kalangan pondok pesantren dilakukan dengan fokus. Selama pemberlakuan lockdown, seluruh penghuni dilarang untuk keluar dan sebaliknya, orang dari luar juga dilarang masuk.

Untuk memenuhi kebutuhan logistik penghuni pondok, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen akan membuka dapur umum selama 14 hari.

“Mulai besok, dua pondok pesantren diberlakukan lockdown, kita tempatkan petugas di sana dan untuk kebutuhan logistik, akan dibuka dapur umum oleh BPBD, karena jumlah penghuni pondok cukup banyak. Swab test juga akan dilakukan terhadap seluruh penghuni pondok,” katanya, Selasa (22/9/2020).

Yazid menegaskan, penanganan Covid-19 di lingkungan pondok pesantren juga harus terkolaborasikan antara tim gugus tugas dengan pengelola pondok serta para kyai. Tim gugus tugas juga diminta untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar pondok, supaya menghentikan sementara aktivitasnya berkunjung ke pondok. Termasuk petugas pengantar makanan, juga dihentikan sementara waktu.

Sementara itu, Humas Koordinator Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kebumen, Cokro Aminoto mengatakan, setelah kemarin kasus positif bertambah 58 orang dan didominasi dari kalangan santri, hari ini penambahan kasus positif juga masih cukup banyak, yaitu ada 11 orang.

“Penambahan kasus positif ini sebagian merupakan kontak erat dengan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya dan ada juga pekerja warga Kabupaten Kebumen yang baru pulang dari Jakarta dalam kondisi sudah sakit, serta ada juga yang baru pulang dari Kalimantan. Jadi klaster perjalanan luar kota masih menjadi pemicu bertambahnya kasus positif Covid-19,” terangnya.

Tim gugus tugas merasa perlu untuk menginformasikan bertambahnya kasus positif Covid-19 ini, supaya masyarakat menjadi lebih waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Dengan bertambahnya 11 kasus positif tersebut, maka total kasus Covid-19 di Kebumen mencapai 407 orang. Untuk pasien yang sudah dinyatakan sembuh ada 242 orang dan yang meninggal dunia ada 11 orang.

“Karena penambahan kasus cukup banyak, maka jumlah pasien positif yang masih menjalani perawatan juga banyak, yaitu ada 154 orang. Sampai hari ini rumah sakit kita masih bisa menampung dan menangani dengan baik,” pungkasnya.

Lihat juga...