Fasilitasi Peserta tak Mampu, Polinema Gelar Seleksi Offline

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Ribuan peserta mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri gelombang ke II Politeknik Negeri Malang (POLINEMA). Berbeda dengan seleksi gelombang I, pada gelombang II kali ini seleksi tidak hanya dilaksanakan secara online tetapi juga dilakukan secara offline dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan.

“Tercatat ada 2.197 peserta yang mengikuti seleksi mandiri gelombang II. Di mana di antaranya sebanyak 2.145 peserta mengikuti ujian secara online, sedangkan 52 peserta sisanya mengikuti ujian secara offline di kampus POLINEMA,” jelas pembantu Direktur I Polinema, Supriatna Adhisuwignyo, S.T., M.T, usai memantau pelaksanaan seleksi, Selasa (1/9/2020).

Dijelaskan Supriyatna, seleksi secara offline hanya diperuntukan bagi peserta yang terkendala dalam penyediaan laptop, handphone maupun kuota selama pelaksanaan seleksi.

“Ujian secara offline bertujuan untuk memfasilitasi bagi pendaftar yang tidak memiliki sarana prasarana seperti HP, laptop untuk ujian, termasuk kesulitan dalam penyediaan pulsa maupun sinyal. Ini yang kemudian kita jadikan dasar pertimbangan untuk memfasilitasi mereka untuk melakukan ujian offline di kampus,” terangnya.

Menurutnya, sejak melakukan pendaftaran awal, para peserta sudah diberikan pilihan akan melakukan ujian online atau offline, tapi dengan persyaratan yang sudah ditentukan pihak kampus. Misalnya apakah mereka berdomisili di Malang raya atau tidak. Apakah mereka punya laptop, HP tidak.

“Jadi bagi yang kondisinya tidak mampu, kesulitan laptop dan berada di Malang raya kita arahkan untuk mengikuti ujian offline di kampus. Sedangkan untuk yang lainnya bisa mengikuti ujian secara online,” tuturnya.

Namun demikian Supriatna menegaskan bahwa semua peserta yang mengikuti seleksi secara offline harus melalui protokol kesehatan yang ketat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penularan covid-19. Mulai dari pintu masuk, para peserta sudah harus mengisi form, menunjukkan bukti peserta tes, memiliki KTP atau berdomisili di Malang Raya dan mereka juga harus menunjukkan surat keterangan sehat atau semacam hasil rapid tes.

Kemudian begitu mereka masuk ke gedung, sudah disiapkan lift khusus untuk peserta agar bisa naik langsung ke lokasi tes.
“Jadi lifnya sudah kami atur langsung naik ke lokasi tes di lantai 7. Sehingga mereka tidak mungkin bisa keluar ke lantai yang lain kecuali ke lantai 7 karena liftnya sudah kami kunci,” tuturnya.

Setibanya di lantai 7, peserta diberikan perangkat masker maupun face shield jika memang dibutuhkan. Ada juga tempat pencuci tangan maupun hand sanitizer.

“Kami memang menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat sebagai upaya ikut berkontribusi untuk mencegah dan meminimalisir penularan covid-19,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan Supriatna, seleksi gelombang kedua dilaksanakan selama dua hari 1-2 September 2020. Mereka yang mengikuti seleksi mandiri gelombang II akan memperebutkan 501 kursi.

“Hasil seleksi akan diumumkan pada hari Kamis, sehingga mereka yang diterima bisa langsung daftar ulang paling lambat hari Jumat. Karena pada hari Senin mereka sudah mengikuti perkuliahan secara online,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu peserta mengaku terbantu dengan pelaksanaan seleksi secara offline, karena memang ia saat ini belum memiliki laptop untuk mengikuti ujian online.

“Belum punya laptop, jadi ikut seleksi ujian yang offline,” akunya.

Lihat juga...