Gagasan Kreatif ‘Green Shipyard’ Antar Amanda Raih Prestasi Nasional

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Gagasan kreatif tentang galangan kapal hijau atau green shipyard, berhasil membawa Amanda Margareth Inganta Sebayang berjaya dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Nasional 2020.

Meski hanya berada di urutan ke dua, namun prestasi yang diraih mahasiswa S1 Teknik Perkapalan Undip tersebut, dinilai sebuah capaian luar biasa. Mengingat, baru kali ini perwakilan Fakultas Teknik dari PTN terbesar di Jateng berhasil unjuk gigi di tingkat nasional.

“Puji Tuhan, saya juga tidak menyangka akan menang,” paparnya singkat, saat ditemui di kampus Undip Tembalang Semarang, Kamis (24/9/2020).

Keberhasilannya menembus persaingan di tingkat nasional, tidak lepas dari materi karya ilmiah, atau yang sekarang lebih dikenal dengan gagasan kreatif yang dipaparkan.

“Industri galangan kapal di Indonesia, ternyata menjadi penyumbang emisi terbesar ke-6 di dunia dari sektor tersebut. Ini yang kemudian mendorong saya untuk mengangkat materi tentang galangan kapal hijau atau green shipyard. Sebuah konsep pengoperasian galangan kapal yang berkontribusi positif pada lingkungan. Saat ini, dari 334 galangan kapal di Indonesia, belum ada satu pun yang green shipyard,” tandasnya.

Dijelaskan, kurangnya kepedulian kalangan industri perkapalan tentang pentingnya menjaga lingkungan, khususnya emisi, menjadi penyebab di Indonesia belum ada galangan kapal hijau.

“Selain itu, galangan kapal tidak pernah disorot, bahwa sebenarnya mereka menghasilkan emisi yang banyak, karena di Indonesia, penghasil emisi terbesar di bidang pangan dan lahan,” lanjut gadis kelahiran Denpasar, 22 Maret 1999 tersebut.

Sementara dari gagasan yang dikembangkan tersebut, untuk bisa mencapai galangan kapal hijau, menurutnya ada beberapa langkah yang bisa diterapkan.

“Jadi perlu penerapan indikator green performance framework (GPF), berbasis ISO 9001 2009 dan inware performance index atau indeks kinerja perangkat lunak, untuk menilai bagaimana seharusnya operasi galangan kapal, secara kuantitatif dan kualitatif,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga mengusulkan adanya penerapan pajak karbon, untuk mendorong agar industri galangan kapal menekan angka emisi yang dihasilkan.

“Dengan upaya ini, harapannya galangan kapal hijau atau green shipyard di Indonesia, bisa terwujud,” tandasnya.

Terlepas dari prestasi yang diraih, jika diturut beberapa tahun ke belakang, Amanda mengaku sempat mempertanyakan keputusannya memilih jurusan Perkapalan.

“Saat masih semester I, pernah terpikir kalau saya salah ambil jurusan, namun itu dulu. Sekarang sudah semester VII, bersyukur luar biasa. Untuk, saya pribadi menilai ilmu yang didapat sangat berguna. Paling tidak bisa nyambung pembicaraan dengan ayah ibu, yang kebetulan juga bekerja di bidang perkapalan,” terangnya, sembari tertawa.

Terpisah, Dekan Fakultas Teknik Undip Prof. Ir. M. Agung Wibowo, MM., M.Sc., P.hD., memaparkan, prestasi yang diraih Amanda sangat membanggakan. Kemampuannya, juga sudah terlihat dari proses penjaringan mahasiswa prestasi pada 2019.

“Berawal dari juara pertama di tingkat Fakultas Teknik, kemudian maju di tingkat universitas. Berkompetisi lagi, dengan perwakilan seluruh fakultas di Undip. Alhamdulillah, di tingkat universitas juga juara pertama, sehingga menjadi wakil Undip di tingkat nasional. Hasilnya pun luar biasa, karena ini baru pertama kali kita bisa menjadi juara di tingkat nasional,” terangnya.

Pihaknya berharap, apa yang diraih Amanda ini mampu memberi inspirasi atau keteladanan bagi para mahasiswa lainnya, khususnya dari Fakultas Teknik Undip.

“Lewat prestasi ini, kita ingin buktikan, bahwa Teknik Perkapalan mampu menghasilkan mahasiswa yang berkompeten, SDM yang mumpuni. Kesemuanya itu, nantinya juga akan berkontribusi pada pembangunan bangsa dan negara,” pungkasnya.

Lihat juga...