Galakkan ‘Sambang Nusa Sekolah’ Satpolairud Polres Lamsel Sosialisasikan Prokes

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Aktivitas Sambang Nusa Satpolairud Polres Lampung Selatan (Lamsel) gencar dilakukan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Sasaran pulau-pulau kecil di wilayah hukum Polres Lamsel telah dikunjungi diantaranya pulau Sebuku, pulau Sebesi, pulau Rimau Balak dan wilayah perairan setempat.

Kasat Polairud Polres Lamsel, AKP Toni Apriadi menyebut, Sambang Nusa dilakukan untuk menjaga Kamtibmas di wilayah kepulauan. Namun saat masa pandemi Covid-19 sosialisasi protokol kesehatan (prokes) jadi prioritas. Penerapan prokes bagi sejumlah siswa sekolah yang sudah beraktivitas belajar tatap muka dan warga pulau terus digencarkan.

Langkah prokes dilakukan melalui sosialisasi kepada siswa, guru SDN 5 Sumur, Kecamatan Ketapang. Satu sekolah yang ada di pulau Rimau Balak tersebut masuk kategori zona hijau. Meski demikian edukasi penerapan prokes seperti memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan tetap dilakukan. Selain siswa sekolah, nelayan dan petani di pulau Rimau Balak jadi sasaran kegiatan Sambang Nusa.

“Meski sejumlah sekolah di daratan Lamsel sebagian masih belum melakukan kegiatan belajar tatap muka, namun di pulau Rimau Balak dengan siswa hanya berasal dari satu lingkungan, masih tetap bisa melakukan kegiatan belajar mengajar normal,” terang AKP Toni Apriadi saat ditemui Cendana News, Kamis (10/9/2020).

SDN 5 Sumur yang jumlah siswa hanya mencapai puluhan orang tetap menerapkan prokes. Kepada para siswa personel Satpolairud Polres Lamsel melakukan pembagian hand sanitizer dan masker. Pengecekan fasilitas tempat cuci tangan pada fasilitas umum musala, sekolah dan rumah juga dilakukan. Tata cara kebiasaan baru (new normal) juga diterapkan pada sekolah di pulau tersebut.

Hindari kontak dengan warga yang berasal dari luar pulau, AKP Toni Apriadi mengajak siswa sekolah memahami protokol kesehatan. Para guru yang mengajar dengan sistem tatap muka juga telah menerapkan jaga jarak di kelas. Para orangtua siswa yang melakukan aktivitas di luar pulau selalu diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Kegiatan Sambang Nusa dilakukan untuk menjaga kondusivitas wilayah, mengedukasi anak-anak di pulau terkait Prokes,” bebernya.

Bripka Deden Rusyanto, Kasubnit Tindak Satpolairud Polres Lamsel menyebut, sosialisasi prokes dilakukan persuasif. Pada wilayah hukum Polres Lamsel di kota Kalianda penegakan pendisiplinan pemakaian masker diiringi dengan diberi sanksi. Sanksi yang diberikan meliputi kegiatan menyanyikan Indonesia Raya dan juga kegiatan sosial menyapu jalan.

Bripka Deden Rusyanto, anggota Satpolairud Polres Lamsel melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 dengan pemberian hand sanitizer bagi warga pulau Rimau Balak, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Kamis (10/9/2020) – Foto: Henk Widi

Kepada warga di pulau Rimau Balak yang berprofesi sebagai petani, nelayan ia membagikan hand sanitizer. Meski tidak melakukan aktivitas di luar pulau sebagian warga berpotensi bertemu dengan warga dari luar wilayah. Pertemuan tersebut bisa terjadi saat menjual hasil tangkapan ikan di pusat pelelangan.

“Setelah melakukan kegiatan di luar pulau sebaiknya langsung mandi, mencuci baju sebelum masuk rumah dan bertemu keluarga,” bebernya.

Sukirdi, Kepala SDN 5 Sumur, Kecamatan Ketapang menyebut meski berada di pulau prokes terus diterapkan. Kehadiran personel Satpolairud Polres Lamsel menurutnya jadi sarana efektif mengedukasi murid sekolahnya. Sebab melalui sosialisasi oleh personel Polairud siswa bisa lebih meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan.

Sukirdi menambahkan selain Sambang Nusa personel Satpolairud Polres Lamsel, sekolahnya dicanangkan sebagai sekolah ramah anak (SRA). Pencanangan dan komitmen sekolah, orangtua tersebut dilakukan oleh Dinas Pendidikan Lamsel dan Unila. Aksesibilitas pemenuhan hak anak selama pandemi Covid-19 menurutnya tetap bisa dilakukan sekolah di pulau tersebut.

“Kami masih bisa memenuhi hak anak untuk belajar tatap muka dengan menerapkan prokes,” cetusnya.

Sukirdi, Kepala Sekolah SDN 5 Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan saat ditemui, Kamis (10/9/2020) – Foto: Henk Widi

Sistem pelajaran jarak jauh (PJJ) berbasis dalam jaringan menurutnya kurang efektif. Pasalnya sebagai wilayah yang berjarak satu mil dari pulau Sumatera sinyal seluler jadi hambatan.

Berada di wilayah zona hijau dengan pendatang dari luar wilayah minim, aktivitas belajar tatap muka masih terus dilakukan. Langkah tersebut jadi upaya pemenuhan hak anak dan menjadikan sekolah lingkungan ramah anak.

Lihat juga...